SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Bentuk kepedulian dan Berbagi kepada sesama, pelaksanan Jambore Nasional Taruna Siaga Bencana di Pantai Lamaru Balikpapan dirangkai dengan pemberian bantuan. 


Bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas berupa 54 kaki palsu, 500 kaca mata baca, dua alat bantu dengar, 50 tongkat tuna netra, bantuan untuk para lansia berupa 1.000 vitamin dan makanan tambahan, penyerahan 1.000 bingkisan sembako bagi kaum dhuafa dan 400 penderita kusta, serta pemberian bantuan 432 jaket bagi nelayan dan tukang ojek di daerah rawan bencana.

Tak hanya itu, solidaritas dan kebersamaan juga dirangkai dengan kegiatan donor darah yang diikuti 200 personil Tagana dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di wilayah Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Lamaru Kota Balikpapan.

Dalam kegiatan Jambore Nasional, salah seorang personil Tagana dari Kalimantan Timur, Supriani senang dapat terlibat pada kegiatan nasional ini. Keterlibatanya merupakan panggilan jiwa. Ia bergabung sebagai Tagana sejak 2004 dan telah bertugas di berbagai bencana di Indonesia.

"Pastinya keluarga sangat mendukung penuh keterlibatan saya di Tagana. Bisa membantu korban bencana. Saya pikir ini kerja nyata yang bisa saya lakukan. Membantu orang lain bukan menjadi beban, tapi sebuah panggilan," gebunya.

Hal senada juga dikatakan Tagana dari Jawa Barat, Oding Suherlan. Menjadi Tagana merupakan panggilan dari hati. Bersama sembilan orang kawannya dari Jawa Barat, Oding berangkat mengikuti Jambore.

"Ini kesempatan langka saya bisa ketemu teman-teman Tagana dari daerah lain. Di sini kami bertemu dan berbagi pengalaman penaggulangan bencana,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, Jambore Nasional ini tetap menyatukan kegiatan dengan maksimalkan bantuan sosial. 

"Makanya banyak alat bantu untuk disabilitas dan bantuan sosial lainnya," ucapnya, Sabtu sore (17/9/2016).

Dijelaskan Khofifah, penguatan spesifikasi Tagana juga disiapkan untuk menangani bencana yakni proses penanganan saat terjadi bencana dengan membantu masyarakat.

Untuk diketahui, Tagana merupakan wadah relawan terlatih dalam penenggulangan bencana berbasis masyarakat. Kini pada 2016 jumlah Tagana mencapai 29.734 personil tersebar di seluruh Indonesia.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: