SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

SAMPANG --- Sejak tiga hari lalu banjir yang melanda Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini rupanya masih belum surut, sehingga masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana tersebut merasa kebingungan. Akibatnya aktifitas masyarakat setempat menjadi terhambat, karena jalanan yang menjadi akses dari rumah mereka tinggal masih tergenang air hujan luapan sungai yang berada di tengah kota tersebut.

Suasana Kota Sampang yang sedang terendam banjir
Belum surutnya rendaman banjir yang melanda pemukiman warga akibat terjadi hujan secara terus menerus di wilayah utara daerah setempat, sehingga banjir yang berlangsung selama tiga hari melanda wilayah kota ini tak kunjung usai. Karena ketika hampir surut hujan kembali terjadilah, akibatnya sungai yang sudah tidak mampu menahan debit air yang cukup tinggi akhir meluap dan merendam rumah-rumah warga.

“Banjir ini sudah berlangsung selama tiga hari, tetapi sampai sekarang air luapan sungai kali kemuning ini tidak kunjung surut. Karena ketika sudah hampir surut, tiba-tiba debit air kembali tinggi karena sedang terjadi hujan di wilayah utara daerah ini” kata Supriyadi (30), salah seorang warga Kota Sampang, Selasa (27/9/2016).

Disebutkan, bahwa hingga saat ini salah satunya daerah yang teremdam banjir yaitu Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang. Akibatnya masyarakat yang tinggal di daerah tersebut tidak bisa menjalankan aktifitasnya secara normal seperti biasanya, namun mereka tetap bertahan di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.

“Kami hanya bisa berharap banjir yang melanda kota ini segera surut, karena rendaman air luapan sungai ini sudah berjalan selama tiga hari. Jadinya masyarakat yang tinggal di daerah rendaman banjir tidak bisa menjalankan aktifitasnya dengan lancar” jelasnya.

Sejak memasuki musim penghujan masyarakat yang tinggal di daerah langganan banjir terus merasa khawatir, karena bisa saja kedepan banjir yang terjadi akan lebih besar dibanding kali ini. Sehingga rasa ketakutan warga tidak pernah hilang sebelum usai musim penghujan. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: