SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat (Jabar), Netty Prasetyani mengajak kaum hawa untuk memiliki konsep diri yang utuh. Hal tersebut ditujukan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.


Hal tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan pelecehan dan penyimpangan seksual yang dilakukan pemilik Padepokan Brajamusti, yakni Gatot Brajamusti.

"Saya tidak menyoroti langsung ke individunya yang sekarang sedang berurusan dengan penegak hukum. Saya menyoroti betapa yang namanya konsep diri korban itu memang harus diperkuat. Sebelum jadi korban kan konsep dirinya rapuh yah," ujar Netty di Bandung, Senin (12/9/2016).

Menurutnya, orang yang menjadi korban biasanya memang mempunyai titik-titik lemah, yaitu yang sedang dilanda masalah. Seperti saat mencari tempat untuk menenangkan diri, termasuk mendatangi guru spiritual untuk melepaskan masalah. 

"Seperti artis ketika gunjang-ganjing rumah tangganya terus perlu tempat untuk menenangkan, artinya pasti ada sesuatu yang menjadi titik lemah, kalau saya perhatikan polanya seperti itu," ujarnya.

Dia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua masyarakat terutama perempuan. Dalam hal ini bukan hanya pihak-pihak yang sempat bernaung di Padepokan Brajamusti.

"Makanya saya berharap perempuan memiliki konsep diri yang untuh, berani berkata tidak. Kalau tidak berani katakan tidak, yah teriak minta tolong," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: