KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyebutkan, hasil dari penerapan pengampunan pajak (Tax Amnesty) akan disalurkan untuk pengembangan sektor industri.


"Terutama industri yang banyak menyerap tenaga kerja dan industri yang berorientasi ekspor yakni industri tekstil dan produk tekstil," Kata Airlangga saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Airlangga memaparkan, untuk program pertumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah, Kementerian Perindustrian akan membuat penumbuhan 1.170 wirausaha industri baru melalui pelatihan, bantuan start up dan pendampingan.

Dikatakan, sesuai dengan Kebijakan Industri Nasional (KIN) pembangunan industri prioritas dalam lima tahun kedepannya akan difokuskan pada hilirisasi industri berupa pembangunan industri kimia dasar berbasis Migas dan batubara.

"Pembangunan industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, serta pembangunan industri hulu argo," ucapnya

Politisi Golkar ini menjelaskan, program berbasis agro yakni dengan promosi investasi produk hilir kelapa sawit, susu, kakao, rumput laut serta pengolahan ikan.

"Jadi dengan adanya pembiayaan investasi yang bersumber dari dana Tax Amnesty untuk sektor industri tersebut diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan ekonomi Nasional berupa peningkatan nilai tambah dalam negeri, perluasan kesempatan kerja,"imbuhnya.

"Bahkan juga bisa penghematan devisa melalui substansi impor, serta percepatan industri ke seluruh NKRI,"tambah Airlangga.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: