RABU, 14 SEPTEMBER 2016

MAUMERE --- Program Tax Amnesty atau pengampunan pajak merupakan suatu kebijakan yang memiliki prospek membangun bangsa kedepan. Harus ada suatu titik dimana tidak perlu lagi melihat ke belakang.


Demikian disampaikan Bonarsius Sipayung, kepala kantor Pelayanan Pajak Pratama Maumere saat ditemui Cendana News, Rabu (14/9/2016).

Dikatakan, dengan adanya Tax amnesty diharapkan ke depannya jauh lebih nyaman dan transparan.

“Flososfi tax amensty untuk menciptakan rasa saling percaya antara institusi negara dan wajib pajak sebagai warga negara,” terangnya.

Ditambahkan Bonarsius, ke depannya semuanya dimulai dari titik nol sehingga seluruh kewajiban perpajakan yang terlupakan atau khilaf sebelumnya dilupakan.

Pria berdarah Batak ini menyebutkan, sebagai institusi yang melaksanakan kegiatan Tax Amnesty di Maumere, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi kepada para pengusaha dan wajib pajak perorangan.


Sosialisasi bersifat pasif sebutnya, dilakukan dengan membuat umbul-umbul, baliho, stiker serta mengirim sms dan surat serta lainnya agar wajib pajak datang ke kantor Pelayanan Pajak Pratama Maumere.

“Kami juga melalukan sosialisasi langsung ke pulau-pulau seperti Adonara, Solor, Pemana, Palue dan lainnya dengan datang langsung dan membawa formulir untuk diisi,” ujarnya.

Bonarsius mengatakan, Undang-Undang mewajibkan setiap warga negara membayar pajak. Selama ini banyak wajib pajak yang lalai dan masa bodoh.

Dipaparkannya, selama ini banyak warga yang mempunyai penghasilan sudah kena pajak tapi tidak mempunyai NPWP. Ada juga yang mempunyai NPWP tapi tidak patuh melapor dan bayar pajaknya.

Selain itu sambung Bonarsius, ada wajib pajak yang memiliki NPWP dan sudah lapor serta membayar pajak tapi jumlahnya tidak sesuai. Obyek pajak juga ada yang tidak didaftar.

“Ini yang akan diperbaiki. Semua utang akan dihapus dan hanya dibayar pokoknya saja, yang tidak diungkap dahulu juga dihapuskan,” ungkapnya.
[Ebed De Rosary]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: