RABU, 21 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Peredaran telur penyu yang diduga akan diperjualbelikan, kembali terjadi di Kalimantan Barat. Pengawasan pun diperketat oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Hal tersebut dilakukan guna menindak para pelaku yang diduga akan memperniagakan telur yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Nomor 5 tahun 1990.


Tim Pengawasan Peredaran Tumbuh Satwa Liar BKSDA Kalimantan Barat, menyita ratusan butir penyu yang berasal dari Kepulauan Riau. Petugas mengamankan dari sebuah kapal yang baru saja berlabuh di Pelabuhan Dwikora, Pontianak.

“Pengamanan telur penyu dari Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak sebanyak 139 butir,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono pada sejumlah media di Kota Pontianak, Rabu (21/9/2016).

Berdasarkan keterangan yang didapat petugas, telur penyu berasal dari Pulau Serasan (berdekatan dengan Pulau Tembelan - Kepulauan Riau). “Telur penyu ini titipan keluarga sebagai bingkisan oleh-oleh yang rencananya akan diberikan kepada keluarganya di Pontianak,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, telur penyu tersebut dibawa menggunakan sebuah kapal laut KM Bukit Raya.  

“Terhadap NA diberikan pembinaan dengan menandatangani Surat Pernyataan Bermeterai untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ucapnya.

Kini, ratusan butir telur penyu asal Kepulauan Riau ini sudah berada di tempat aman. Hal itu dilakukan guna penyidikan dan peyelidikan terkait telur penyu yang bisa berada di Pontianak dari Kepualauan Riau. “Saat ini telur penyu diamankan di kantor BKSDA Kalimantan Barat,” ujarnya. [Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: