RABU, 14 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Sebanyak 652 pelajar terpaksa menghadiri sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo, Jawa Timur. Mereka terjaring razia karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).


Beralasan jarak antara rumah dengan sekolah yang jauh sekaligus tak adanya angkutan umum, membuat para orang tua membebaskan anaknya untuk mengendarai sepeda motor meski tak memiliki SIM.

Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, Mita Safitri menjelaskan dirinya merasa deg-degan saat menjalani sidang.

"Ini baru pertama kali kena tilang terus saya sidang juga jadi masih takut," jelasnya saat ditemui Cendana News di PN Ponorogo, Rabu (14/9/2016).

Menurutnya, hal ini dilakukan secara terpaksa mengingat kedua orang tuanya yang bekerja dan tidak bisa mengantar. Tak hanya dirinya saja yang terkena sanksi tilang, bahkan kakak kelas dan teman sebayanya terjaring razia tilang.

"Lumayan banyak yang kena tilang. Ini karena rumah kami jauh dari sekolah," tandasnya.

Hakim sidang tilang, Lenny menambahkan persoalan pelajar yang terkena sidang tilang ini akibat kurangnya kesadaran orang tua.

"Bagaimana keselamatan anaknya harusnya dipikirkan," paparnya.

Lenny bahkan menemukan siswa dengan usia 13 tahun sudah mengendarai motor dan terjaring razia. Saat proses sidang pun diwakilkan oleh orang tuanya.

"Tadi ada anak usia 13 tahun sudah bawa motor tapi yang sidang diwakilkan ibunya," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: