MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

CATATAN JURNALIS, KEDIRI --- Pengendara kendaraan roda dua atau motor diwajibkan untuk mengenakan helm sebagai salah satu pengaman saat berkendara. Namun masih banyak ditemui masyarakat yang mengabaikannya. Berbagai alasan disebutkan, seperti jarak dekat, lupa mengenakan helm maupun alasan terburu-buru. 


Seperti di Kediri, tak hanya orang tua saja, anak usia sekolah yang dibonceng pun juga tak mengenakan helm padahal sedang dibonceng oleh orang tuanya. Selain itu juga terdapat pria paruh baya juga tak mengenakan helm. Pun juga anak usia remaja juga banyak yang tidak mengenakan helm.

Kendaraan yang seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk mempercepat pergerakan terkadang malah menjadi alat pembunuh. Data April 2014 lalu tercatat telah terjadi kecelakaan lalu-lintas sebanyak 381 kasus, ironisnya belakangan diketahui jika umumnya 75 persen korbannya para pelajar.

Pelajar sebagai generasi penerus bangsa seharusnya dijaga dengan baik keselamatan dan keamanannya. Terkadang para orang tua lupa karena ukuran gengsi dan jarak antar sekolah dengan rumah jauh tak jarang memanjakan putra putrinya untuk bebas mengendarai motor.


Kebebasan berkendara motor tanpa mengenakan helm pun berimbas pada tingginya angka kecelakaan yang melibatkan warga. Tidak hanya menyebabkan memar namun juga bisa menyebabkan kehilangan nyawa.

Seharusnya kesadaran terhadap keselamatan diri lebih diutamakan, jika terjadi kecelakaan tak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: