SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Kehadiran KRI Dewaruci di Pelabuhan Semayang menjadi kabar baik bagi warga Balikpapan. Mengingat selama berlabuh di Balikpapan, Kapal Dewaruci bisa dikunjungi masyarakat umum.

Kapal Dewaruci berlabuh di Pelabuhan Semayang Balikpapan
Komandan KRI Dewaruci Letnan Kolonel Laut Widiyatmoko Baruna Aji mengungkapkan setelah berlayar dari Makasar, dan berlabuh di kota minyak selama tiga hari masyarakat boleh mengunjungi kapal ini.

"Silahkan masyarakat dapat berkunjung ke kapal untuk melihat-lihat kapal yang menjadi tempat pendidikan para perwira Angkatan Laut Indonesia, dan sekarang juga negara-negara ASEAN itu," katanya Selasa, (27/9/2016).

Ia menjelaskan tahun ini merupakan kedatangan yang kedua kapal latih legendaris yang sudah berusia 60 tahun tersebut. Pertama berlabuh di Balikpapan pada 2006 silam. Pada saat itu, KRI dalam perjalanan ke utara hingga Okinawa, Jepang, lalu berbalik ke selatan lewat Manila, Balikpapan.

Selama perjalanan, para kadet belajar praktik dari ilmu yang mereka terima di akademi Angkatan Laut masing-masing. Serda Dwi memimpin praktik navigasi atau penentuan posisi dan arah tujuan kapal. 

"Peralatan yang kami gunakan mulai dari navigasi bak pelaut zaman baheula (zaman dahulu) yang menggunakan bintang-bintang di langit sebagai pedoman, hingga peralatan modern seperti GPS (Global Positioning System)" sambung Serda Dwi.  

Widiyatmoko mengatakan mereka mendapatkan pengetahuan tali temali, layar, arah dan kecepatan angin, cuaca, arus dan gelombang, sampai kemampuan survival dipraktikkan selama pelayaran.

Selain itu, pihaknya juga membawa 25 kadet dari negara-negara ASEAN untuk berlatih bersama.

Adapun rute pelayaran Cadet ASEAN ini terbilang singkat bila dibanding rute yang biasa dijalani KRI Dewaruci, yang sering hampir setahun dalam perjalanan keliling dunia. Pelayaran dimulai dari Surabaya menuju Mataram-Nusa Tenggara Barat, kembali  ke barat ke Denpasar-Bali, lalu ke utara ke Makassar, dan ke barat laut ke Balikpapan.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: