RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Adanya tiga tabung besar yang jatuh di wilayah Pulau Gili Raja dan Gili Genting, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan tangki gas helium pendingin roket. Hal itu diketahui setelah tim ilmuan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan pengecekan terhadap benda asing yang sempat menggegerkan warga.

Tim LAPAN sedang memeriksa tiga gas helium roket yang jatuh di Kabupaten Sumenep
Tangki helium yang jatuh di ujung timur Pulau Madura ini disinyalir milik roket falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada tanggal 14 Agustus 2016 lalu. Itupun diperkuat dengan hasil pantauan yang memang berkesesuaian dengan lintasan roket falcon 9 tersebut, tetapi benda seperti drum dengan bungkusan hitam yang jatuh itu bukanlah tabung bahan bakar.

“Ini adalah tiga tangki yang ditemukan di beberapa titik di Pulau Gili Raja dan Gili Genting berdasarkan lintasan yang kami pantau bersesuaian dengan satu roket, yaitu roket falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika sekitar satu bulan yang lalu” kata Rhorom Priyatikanto, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Disebutkan, bahwa benda yang jatuh menimpa kandang sapi milik warga merupakan tangki gas helium pendingin roket yang dibebat dengan lapisan serat karbon agar gas yang sangat ringan tersebut tidak bocor. Namun tangki yang jatuh di daerah ini bukan tangki utama yang ada di roket, sehingga tidak mengandung unsur radioaktif.

“Sebenarnya di luar angkasa sana cukup banyak sekali benda-benda semacam ini yang disebut sampah antariksa, maka dengan hambatan udara perlahan-lahan benda tersebut akan jatuh kembali bumi. Maka dari itu memang perlu dipantau, tapi kapan dan dimana masih sulit diprediksi” jelasnya.

Sementara untuk kejadian kali ini yang berhasil diamankan ada benda, diantaranya tiga benda tangki dan satu bagian yang diperkirakan sistem kontrol dari roket tersebut. Itupun benda yang sama biasanya banyak jatuh ke laut, sehingga sangat jarang ditemukan yang jatuh ke pemukiman warga. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: