SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BALI --- Guna menumbuhkan sifat-sifat kepribadian anak tumbuh menjadi warga masyarakat yang baik, sangat bergantung pada sifat-sifat yang tumbuh dalam kehidupan keluarga di mana anak dibesarkan. Pendidikan yang utama untuk anak-anak merupakan pendidikan yang melibatkan orang tua dari rumah dan lingkungan terdekat dari anak-anak. 


Untuk dapat memberi informasi mengenai pentingnya peranan orangtua dalam proses pendidikan anak usia dini Pemkot Denpasar yang bekerja sama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pusat mengadakan Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga yang dilaksanakan Selasa (27/9) di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.

Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama pada keluarga menjadikan keterikatan anak dengan orang tua merupakan landasan yang kuat dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis. Keterikatan yang kokoh dengan orang tua dapat menyangga anak dari kecemasan dan perasaan depresi.Untuk mempertahankan kedekatan dan keterikatan orang tua dengan anak, orang tua harus memberi mereka kesempatan berkembang. 

"Kehidupan yang koeksitensi yang penuh kedamaian dan makna dapat dicapai. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama karena orang tua merupakan lingkungan pertama yang mereka kenal dan menjadi kenangan masa kecil yang akan berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya,"sebut Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Mayjen (Purn) Sang Nyoman Suwisma saat membuka sosialisasi program pendidikan keluarga dengan penyematan tanda peserta, Selasa (27/9/2016).

Ketua Panitia Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga, Ny. Wikanthi Yogie dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini tujuannya untuk membangun pembentukan karakter generasi anak bangsa yang lebih baik, berideologi, nasionalisme yang tinggi, kedepannya lebih bermartabat, dan santun.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membentuk direktorat pembinaan pendidikan keluarga dibawah direktorat jenderal pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) dengan membentuk kemitraan orang tua harapannya membangun ekosistem pendidikan yang mampu menumbuhkembangkan karakter dan budaya berprestasi pada peserta didik.

Sementara  Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, Pembangunan yang paling baik adalah dimulainya pendidikan karakter dari anak usia dini yang startnya dari lingkungan rumah, yang artinya keluarga menjadi pondasi dasarnya. 


Seorang anak akan menjadi warga masyarakat yang baik atau tidak, sangat bergantung pada sifat-sifat yang tumbuh dalam kehidupan keluarga dimana anak dibesarkan. Pemerintah Kota Denpasar dalam kepemimpinan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara yang tidak terlepas dari Visi Misi Kota Denpasar selalu menekankan tentang memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda melalui keluarga dengan memelihara saling pengertian, saling menghormati dan saling memberi manfaat dengan melakukan komunikasi yang baik diantara anggota keluarga dan masyarakat untuk menciptakan Kota Denpasar yang Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: