SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Upaya peningkatan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtimbas) Polsek Penengahan melakukan analisa dan evaluasi bulanan bagi seluruh anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas di beberapa wilayah desa binaan Polsek Penengahan. Anev bulanan diikuti oleh seluruh anggota polisi di Polsek Penengahan yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah desa di Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Ketapang.


Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan menurut Bripka Ansori mendampingi Kapolsek Penengahan, AKP Mulyadi Yakub, memiliki peran dan tugas yang cukup beragam dalam tugas dan fungsinya sebagai anggota polisi diantaranya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Peran tersebut diakuinya harus terus ditingkatkan dan Bhabinkamtimbas tetap harus mendapat analisa dan evaluasi dari pimpinan dalam menjalankan tugasnya. Analisa dan evaluasi terus dilakukan seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman diantaranya dengan maraknya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang serta bahaya paham radikalisme, komunisme dan terorisme (RKT).

“Selama ini peran bhabinkamtibmas di masyarakat terus bertambah dan sebagai anggota kami harus melihat pengalaman berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat yang beragam dan berbeda tiap desa” ungkap Bripka Ansori mendampingi Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub, seusai rapat Anev bulanan di Mapolsek Penengahan,Senin (5/9/2016)

Bripka Ansori mengungkapkan saat ini Polsek Penengahan membina sebanyak 44 desa dan anggota bhabinkamtibmas yang bertugas dalam lingkup desa sebanyak tersebut hanya sebanyak 22 desa. Terbatasnya jumlah personil Bhabinkamtibmas diakui oleh Ansori membuat anggota polisi harus mengoptimalkan pembinaan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara swadaya diantaranya dengan mengedepankan kesadaran hukum, peningkatan kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan meningkatkan peran Polisi masyarakat (Polmas).


Peranan Polmas tersebut diwujudkan di masyarakat yang menjadi cakupan tugas Bhabinkamtibmas terutama agar masyarakat bisa menjalankan fungsi keamanan bagi diri sendiri dan bagi masyarakat. Selain itu di zaman modern beberapa media digunakan untuk proses mendekatkan diri dengan masyarakat melalui cara memasang spanduk spanduk himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di sejumlah titik di desa melalui banner-banner lengkap dengan nomor telepon setiap Bhabinkamtibmas yang bisa dihubungi.

“Selain memasang himbauan Kamtibmas saat ini sesuai program Polri juga dipasang himbauan terkait bahaya narkoba dan RKT karenanya setiap desa telah dibentuk satgas anti narkoba dan satgas RKT” terang Bripka Ansori.

Ia mengakui fungsi Bhabinkamtibmas juga bisa disebut sebagai tugas mempertajam telinga dan mata pimpinan untuk mendapatkan informasi berbagai macam kejadian di masyarakat yang harus segera diketahui oleh polisi. Langkah dan peran Bhabinkamtibmas diantaranya juga berkaitan dengan upaya
preventif, persuasif dan langkah lain dengan pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan karena tugas keamanan bukan hanya menjadi tugas polisi.


“Upaya polisi melalui Bhabinkamtibmas diantaranya dengan upaya penyuluhan kesadaran hukum sehingga masyarakat lebih melek hukum dan imbasnya bagi masyarakat sadar hukum sehingga masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan dalam kasus tertentu tidak main hakim sendiri” ungkap Ansori.

Jumlah personel yang terbatas di masyarakat diakui oleh Ansori yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas selama hampir empat tahun diantaranya memiliki peran  dalam upaya deteksi dini terhadap konflik yang terjadi di dalam masyarakat.

Salah satu sumber penyebab konflik diantaranya adanya hiburan organ tunggal yang bisa memicu perkelahian apalagi saat adanya penonton yang menenggak minuman keras. Hiburan yang sebelumnya harus mendapat izin keramaian dari pihak polisi kini diupayakan tidak digelar hingga malam hari. Berdasarkan data menjelang bulan besar Idhul Adha permintaan izin keramaian terus meningkat terutama yang akan melangsungkan pernikahan.

“Sudah ada himbauan namun bagi warga yang melakukan kegiatan hiburan hingga malam hari dilakukan pengawasan dari pihak desa dan polisi agar tidak ada konflik akibat hiburan yang digelar hingga malam hari,” ungkapnya.

Berdasarkan deteksi dini tersebut peran Bhabinkamtibmas dalam menekan konflik di masyarakat yang terjadi diantara warga masyarakat baik secara individu maupun kelompok dapat membantu mempertahankan adanya struktur sosial di masyarakat dan dengan adanya konflik yang terjadi dapat menyatukan kembali hubungan antar pelaku konflik dengan tindakan para aktor yang terkait.

Selain persoalan persoalan tersebut analisa dan evaluasi terus dilakukan diantaranya untuk meminimalisir tindakan kriminalitas di masyarakat diantaranya pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: