SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Pembentukan Badan Karantina Nasional (BKN) menjadi isu penting dalam pembahasan RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Namun, pembentukan BKN hingga kini masih menjadi perdebatan terkait efektifitas kerja dan efisiensi anggaran.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto menegaskan akan pentingnya Undang-undang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan guna melindungi sumber daya alam hayati yang begitu melimpah. Kekayaan hayati tersebut, menurutnya merupakan modal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, sumber daya alam hayati harus dikelola dengan baik.

"Untuk itu diperlukan UU Karantina untuk melindungi sumber daya alam hayati itu dari berbagai kemungkinan masuknya sumber penyakit dari negara lain maupun dari antar wilayah di Indonesia," ungkap Titiek, usai dengar pendapat RUU Karantina bersama para pakar UGM Yogyakarta, Selasa (20/9/2016).

Sementara dalam upaya memperkuat pelaksanaannya, lanjut Titiek, diperlukan sebuah lembaga yang kuat dan terintegrasi. Selain lebih efektif, lembaga karantina satu atap juga akan mengifisiensi penggunaan anggaran negara.

"Selama ini, lembaga karantina ada di beberapa kementerian seperti pertanian, kehutanan dan kelautan. Dengan membentuk satu badan karantina, maka selain lebih efektif juga akan menghemat anggaran," pungkasnya. 
[Koko Triarko] 

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: