MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Dengan luasnya lahan pertanian dan melimpahnya hasil bumi Indonesia, Pemerintah diminta untuk mengkaji kembali kebijakan import beras. Hal ini dikarenakan kondisi stok di Indonesia dalam kondisi cukup. Data Perum Bulog Nasional menyebutkan, hingga 4 September 2016 kemarin, terdapat 2,2 juta ton beras.


“Saya rasa stok beras kita cukup, dengan melihat stok yang masih cukup untuk 3-4 bulan kedepan, maka tidak ada alasan lagi untuk kita impor-impor beras,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hadiati Soeharto dalam kunjungan kerja di Bulog Triyagan, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu petang kemarin (4/9/16).

Alasan kuat perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto untuk meminta Pemerintah menghentikan kebijakan impor beras karena secara kebutuhan nasional sudah tercukupi. Sejumlah Provinsi di Indonesia bahkan ada yang sudah surplus beras, dan sampai dikirim ke provinsi lain.  

“Ini karena sudah kelebihan stok. Seperti yang dilakukan Pak Gubernur Jawa Tengah yang sudah bisa mengirim 12 ribu ton beras ke Kalimantan karena memang sudah kelebihan,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, Titiek Soeharto menandaskan jika Pemerintah harus mengkaji kembali upaya impor beras dari luar negeri. Desakan untuk menkaji import ini tidak hanya untuk komuditi beras saja, melainkan berbagai kebutuhan pangan lainnya. 

“Karena sudah cukup, maka tidak ada alasan untuk impor lagi,  dan mohonlah pemerintah stop impor beras dari luar negeri.  Kalau tidak penting sekali maka janganlah impor,” tambahnya.


Dalam kunjungan kerja di Bulog Triyagan, Karanganyar, Titiek Suharto mengaku puas dan sangat senang. Hal ini dikarenakan di Gudang Beras ini, Bulog mampu mengolah hasil petani langsung hingga menjadi beras yang siap dibagikan kepada masyarakat. Terlebih, mengentahui kondisi mesin pengolahan beras peninggalan Presiden H.M Soeharto hingga saat ini masih bisa berfungsi dengan baik.  

“Alhamdulillah alat peninggalan Pak Harto dulu masih dirawat dengan baik hingga sekarang. Dan hebatnya alat pengolahan beras ini masih berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, kami Komisi IV kemarin sudah menyetujui PR anggaran untuk Bulog sebesar Rp 2 Trilyun. Anggaran mencapai Rp 2 Trilyun ini untuk modernisasai alat pengolahan beras yang ada di Bulog dan kita akan awasi ketat penggunaannya,” pungkasnya dalam Kunjungan Komisi IV di wilayah Jawa Tengah tersebut.

[Harun Alrosid]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: