MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Wakil Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto menyebutkan, terget Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada 100 tahun kemerdekaan dinilai terlalu lama. Karena 30 tahun kedepan merupakan jangka waktu yang sangat panjang.


“Sebenarnya kita tidak usah terlalu lama untuk bisa menjadi lumbung pangan dunia. Sebentar saja kita bisa kalau kita mau, kita pernah swasembada pangan,” papar Titiek Hadiati Soeharto kepada Cendana News, seusai ziarah ke Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu malam (4/9/16).


Dijelaskan, untuk menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia bisa lebih cepat. Sebab, dengan luas lahan pertanian dan sumber daya alam yang sangat melimpah, Ia yakin jika Indonesia mampu bisa kembali swasembada pangan jauh lebih cepat dari target Pemerintah saat ini seperti yang telah diwujudkan saat pemerintahan Presiden Soeharto.

“Saya rasa dengan Indonesia yang sangat subur kita bisa swasemba. Mestinya, kedepan kita bisa, dan kita saat itu sedang menuju ke situ (swasembada),” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.


Dijelaskan lebih lanjut, untuk percepatan swasembada pangan ini perlu adanya trobosan pemerintah. Salah satunya adalah mengoptimalkan lahan pertanian yang ada di Indonesia serta memberikan kebijakan yang berpihak kepada petani. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki saat ini, Indonesia mampu untuk mencukupi semua kebutuhan rakyat.

“Untuk mengolah lahan pertanian kita bisa, uangnya juga ada. Mineral yang ada di Indonesia bisa kita olah, dan uangnya dapat digunakan untuk membuka lahan-lahan pertanian baru dan mengoptimalkan yang sudah ada,”tutupnya. 
[Harun Alrosid]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: