RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Ada harapan besar masyarakat Indonesia di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 71. Selain sebagai tentara Republik Indonesia, peran TNI dalam membantu terciptanya swasembada pangan nasional menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus cepat dikerjakan di korps militer tersebut.


Perkembangan di sektor pertanian saat ini menjadi hal yang sangat penting dilakukan, mengingat Bangsa ini tengah mengalami kondisi yang sulit. Tingginya harga sembako ditambah  gempuran impor pangan dari negara lain menjadi stabilitas pangan nasional kian terancam. Kembali memaksimalkan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus secepatnya dilakukan, bersama-sama dengan TNI.

“Selain memperkuat diri untuk menghadapi persaingan global, peran TNI di masyarakat sangat besar. Terutama untuk membantu terciptanya swasembada pangan” terang Titiek Soeharto usai mendampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat ziarah ke makan Presiden Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu siang (28/9/16).


TNI Manunggal yang menjadi slogan selama ini, lanjut Titiek Soeharto, harus benar-benar direalisasikan dengan masyarakat. TNI Manunggal yang diartikan sebagai TNI milik rakyat, dan rakyat milik TNI harus kembali digali lebih dalam nilai-nilai yang ada dalam slogan tersebut. 

“Dalam Slogan itu TNI harus saling memiliki dan melindungi. Keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat saat ini yang harus kembali dikuatkan” jelasnya.


Diakui Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, peran TNI mendukung terciptanya swasembada pangan bukan hal yang sulit. Sebab, sejarah mencatat Indonesia bersama-sama TNI dan masyarakat telah mampu menciptakan swasembada pangan. Kondisi Indonesia saat ini yang hasil pertaniannya terus menyusut, hingga kebijakan import pangan dari luar negeri harus segera ditekan.

Satu hal yang menurut Titiek Soeharto, harus dilakukan TNI untuk mendukung terciptanya swasembada pangan nasional.  Salah satunya adalah memberdayakan TNI dalam optimaliasi lahan pertanian melalui Kementerian terkait. 


“Daripada di barak saja tidak bikin apa-apa, lebih baik bisa dikaryakan atau diperbantukan di Kementerian untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Toh TNI sudah digaji oleh Pemerintah dan digaji oleh masyarakat” pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: