SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Kondisi tanah dan iklim Indonesian sangat mendukung berkembangnya beragam jenis tanaman hias tropis maupun subtropis secara optimal. Dalam dua dekade terakhir ini ada perkembangan yang cukup signifikan dari agribisnis tanaman hias di Indonesia. Salah satu Indikator melihat perkembangan tersebut adalah meningkatnya luas area pertanaman setiap tahun serta peningkatan produksi dan produktivitas tanaman hias.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto SE, dalam Pidato Pembukaan Acara OPEN HOUSE Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias di Cianjur Jawa barat
Berbicara dalam pembukaan Open House Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias di Balai Penelitian Tanaman Hias Jl Raya Ciherang, Pacet, Cianjur Jawa Barat, Selasa (06/09/2016), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto SE atau akrab disapa Titiek Soeharto menekankan pentingnya sinergi menyeluruh dari semua pihak demi membangun agribisnis florikultura nasional khususnya untuk tanaman hias.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bersama subinstansi Balai Penelitian Tanaman Hias yang keduanya bernaung dibawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) harus terus membangun sinergi positif dengan petani, ilmuwan, akademisi, serta pemerhati tanaman hias agar dapat menghasilkan produk agribisnis tanaman hias yang lebih modern dalam skala nasional yang berdaya saing global.

"Bagian Penelitian dan Pengembangan atau Litbang florikultura Kementerian pertanian harus proaktif, antisipatif dan partisipatif dalam menciptakan, merekayasa, dan mengembangkan Iptek guna mendukung terwujudnya industri florikultura yang berdaya saing global," Titiek Soeharto memaparkan dalam pidatonya.

Titiek Soeharto melakukan pemukulan Kentongan bambu diikuti seluruh undangan sebagai tanda dibukanya acara OPEN HOUSE Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias
Dalam posisi sebagai ilmuwan atau peneliti, maka sangat penting bagi Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias untuk melakukan pengkajian obyektif untuk penerapan teknologi budidaya tanaman hias sebelum sampai kepada pengguna teknologi di daerah yaitu petani. 

Kajian akan mendapat umpan balik atau interaksi positif dari akademisi serta pemerhati florikultura berupa pertukaran informasi mengenai kemajuan teknologi inovatif terkini dan modern terkait budidaya agrobisnis florikultura khususnya tanaman hias.

Jika sinergi seperti itu dapat terjalin dengan baik maka inovasi teknologi yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi tidak hanya pada peningkatan produktifitas, produksi dan mutu hasil tanaman hias Indonesia secara Internasional, namun juga dapat berdampak nyata pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani/pelaku usaha.

"Harmonisasi dan sinkronisasi semua pihak dalam bersinergi nantinya akan mendorong optimasi kinerja secara keseluruhan," tandas Titiek Soeharto lagi.

Secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi secara positif usaha Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian yang menjadikan Open House Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias sebagai acara rutin setiap tiga tahun sekali. 

Inisiatif Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias tersebut diatas diyakini menjadi salah satu faktor yang turut mendorong  percepatan hilirisasi teknologi dan adopsi florikultura kepada pengguna serta membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak-pihak terkait untuk berinteraksi positif serta bertukar informasi dan pemikiran dalam membangun agribisnis florikultura nasional yang tangguh dan berdaya saing berbasis sumberdaya nasional. 

Titiek Soeharto serius mendengarkan penjelasan Peneliti Litbang Tanaman Hias Kementan RI (kiri) dan Ketua Asosiasi Bunga Indonesia, Karen Tambayong (kanan) terkait budidaya anggrek
Harapan Titiek Soeharto khususnya bagi pelaku usaha atau petani tanaman hias diakhir pidatonya adalah hendaknya menjadikan acara Open House Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias ini sebagai media interaksi langsung dengan tenaga ahli yang berkompeten sebagai bekal pengetahuan jika suatu saat nanti terbentur dengan masalah teknis dalam skala budidaya tanaman hias yang dikembangkan petani itu sendiri.

"Melalui acara ini, petani harus bisa mengadopsi dari para tenaga ahli tersebut terkait semua hal tentang budidaya tanaman hias berikut solusi masalah teknis yang kemungkinan terjadi kedepannya," pungkas Titiek Soeharto.
[Miechell Koagouw]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: