SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

CATATAN KHUSUS---Kepada segenap umat Islam Indonesia, Titiek Soeharto menyampaikan  "Selamat Hari Raya Idhul Adha 1437 H/2016 M". Bersamaan dengan itu, Titiek Soeharto menyampaikan harapannya agar momentum Idhul Adha ini bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Sekaligus meningkatkan spirit berkorban dan kerja keras untuk memajukan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. 



Titiek Soeharto menyampaikan bahwa spirit Idhul Adha mengajarkan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkorban demi kebenaran. Selain itu, Idhul Adha juga mengajarkan tanggung jawab sosial. 

Bahwa ada tanggung jawab bagi orang berkemampuan kepada masyarakat sekitarnya yang memerlukan. Seperti dicontohkan dalam penyembelihan binatang kurban, untuk dagingnya didistribusikan kepada yang memerlukan, demikian Titiek Soeharto menegaskan. 

"Bangsa kita merupakan bangsa ber-Tuhan, sebagaimana ditegaskan melalui dasar negara Pancasila, dengan mengakui dan melindungi kemerdekaan beragama sesuai keyakinan agamanya masing-masing. Melalui momentum Iedul Adha ini, kita sudah seyogyanya harus semakin meneguhkan diri sebagai bangsa ber-Tuhan dalam segala aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya semakin meningkatkan toleransi antar ummat beragama," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI juga menjelaskan tentang tujuan berbangsa dan bernegara, diantaranya adalah;
  • Majunya kesejahteraan umum
  • Cerdasnya kehidupan bangsa
  • Terlindunginya segenap bangsa dan tumpah darah
  • Kemampuan bangsa Indonesia untuk partisipasi dalam percaturan internasional untuk terwujudnya perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan sosial


Sila kelima Pancasila menekankan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kesemuanya bisa terwujud oleh kerja keras dari segenap bangsa. "Spirit Idhul Adha sudah seharusnya menjadi pendorong bagi kita ---segenap bangsa Indonesia--- untuk berani berkorban dan bekerja keras mewujudkan cita-cita nasional tersebut," jelasnya.

Selanjutnya, Titiek Soeharto menambahkan bahwa dihadapan seluruh anak bangsa terhampar tanggung jawab kebangsaan yang sangat besar. 

"Diantaranya adalah kesenjangan, ketergantungan impor pangan, daya dukung lingkungan yang semakin merosot. Kesemuanya merupakan tantangan yang memerlukan pengorbanan dan kerja keras untuk mengatasinya," pungkasnya. 
Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: