RABU, 7 SEPTEMBER 2016

CIANJUR --- Open House Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias di Cianjur Jawa barat pada selasa (06/09/2016) selain dihadiri oleh Perwakilan Komisi IV DPR RI dan jajaran pejabat Kementerian Pertanian RI, turut pula dihadiri oleh Direktur Sakata Seed Corporation (Jepang), para Ketua Asosiasi dan Perhimpunan di bidang florikultura, para Ketua Kelompok Tani dan Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) florikultura, serta para pelaku usaha tanaman hias.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (kiri dengan topi) berbincang serius dengan Direktur Sakata Seed Corporation Japan, Hiroshi Sakata (kanan kemeja batik)
Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto,SE atau akrab disapa dengan Titiek Soeharto didaulat keatas panggung untuk peresmian skala internasional (Internasional Launching) akan lahirnya sebuah jenis bunga baru bernama Sun Patiens hasil kerjasama antara Balai Penelitian Tanaman Hias Indonesia dengan Sakata Seed Corporation Japan, sebuah perusahaan internasional di bidang penelitian dan pengembangan bibit tanaman.

Sebagai informasi, Sun Patiens adalah jenis bunga yang dikembangkan untuk daerah tropis dan berkelembaban tinggi. Bunga ini memiliki ketahanan akan panas terik matahari, memiliki ketahanan sangat baik walau luput dari perawatan, warna lebih cerah, dan ternyata bunga ini juga memiliki ketahanan warna yang baik saat peralihan musim jika dikembangkan dinegara yang memiliki empat musim sekalipun.

Titiek Soeharto (kedua dari kiri) dalam International Launching jenis bunga baru Sun Patiens di OPEN HOUSE BALITHI
"ibarat sesuatu yang baru dibawah sinar matahari, bunga ini akan terus tumbuh membentuk koloninya sendiri di tanah Indonesia sampai ke seluruh dunia," ucap Mr. Hiroshi Sakata, Direktur Sakata Seed Corporation, Yokohama, Jepang kepada awak media.

Selepas acara peluncuran Sun Patiens, maka seluruh hadirin maupun undangan VIP (Very Important Person) dalam acara OPEN HOUSE membaur menjadi satu untuk mengikuti tinjauan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto ke tempat-tempat pengembangan tanaman hias yang ada di area Badan Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) Cianjur, Jawa barat.

Titiek Soeharto tampak begitu segar dan bersemangat sejak awal meninjau tempat pameran pupuk dan pestisida, pengembangan teknologi penumbuhan biji secara massal, sampai masuk ke ruangan-ruangan perawatan dan penumbuhan bunga (Green House) milik BALITHI). Dan Titiek Soeharto juga sempat membeli beberapa varian pupuk kompos dan pestisida hasil pengembangan BALITHI berikut beberapa varian anggrek alam yang sudah mekar.

Bunga Sun Patiens dalam dua warna yaitu oranye dan ungu

Ketika ditemui Cendana News di ruangan tanaman hias, Titiek Soeharto sempat menyatakan bahwa penggunaan berikut pengembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) di dunia florikultura adalah sebuah keharusan, dan BALITHI sudah membuktikan itu dengan semua varian bunga sampai pupuk atau pestisida tanaman hias yang berhasil dikembangkan.

Namun penggunaan IPTEK seringkali menghadapi kendala saat sudah sampai pada tahap penyebaran ke daerah, khususnya kepada petani di daerah terpencil. Harus diakui sangat banyak petani yang belum cukup mampu menyerap IPTEK secara utuh yang berimbas pada kurang maksimalnya hasil pertanian mereka. Oleh karena itu butuh personal yang bisa turun sampai ke tingkat petani untuk menjembatani penggunaan IPTEK di bidang pertanian tersebut.

"Indonesia merupakan negara dengan beragam hasil pertanian, mulai dari padi, buah-buahan, hingga tanaman hias. Dan menghadapi perkembangan teknologi dunia sekarang ini dalam penggunaan IPTEK dibidang pertanian maka butuh tenaga penyuluh pertanian sebagai jembatan masuknya IPTEK pertanian secara utuh yang nantinya diharapkan dapat berpengaruh pada hasil pertanian kedepannya," jelas Titiek Soeharto kepada Cendana News.

Titiek Soeharto sesaat sebelum diundang ke panggung untuk International Launching Bunga Sun Patiens
"Intinya, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian atau THL-TBPP sangat diperlukan untuk peningkatan sekaligus percepatan pertumbuhan industri florikultura di Indonesia. Dan perjuangan Komisi IV sangat serius terkait THL-TBPP disegala bidang pertanian," pungkasnya.

Perhatian Titiek Soeharto terhadap bagaimana IPTEK dapat masuk secara utuh ke petani melalui THL-TBPP coba menitikberatkan pada bagaimana seharusnya peran pemerintah dalam peningkatan industri pertanian. Tidak melulu harus dengan pendanaan besar, akan tetapi harus mampu melihat permasalahan sampai pada titik utama dari permasalahan itu sendiri.

Kenyataan bahwa banyak petani yang memiliki keterbatasan dalam menyerap IPTEK pertanian harus dijawab salah satunya dengan menambah jumlah THL-TBPP bukan selalu dengan aliran dana desa sebesar-besarnya secara langsung. Dana memang diperlukan, tapi dengan syarat dana itu mengalir disaat yang tepat.

Sebelum dana itu meluncur maka THL-TBPP akan membantu mempersiapkan fondasinya terlebih dahulu agar petani serta perangkat desa tahu apa yang akan dilakukan jika menerima alokasi dana pemerintah kedepannya.
(Miechell Koagouw)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: