SABTU, 24 SEPTEMBER 2016

BALI --- Pelanggaran yang dilakukan Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Franky Parapat yang akhirnya dicopot dari tugas dan jabatannya oleh Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto mengundang keprihatinan sejumlah pihak. 


Salah satu tokoh dan budayawan di Bali, I Gusti Agung Ngurah Harta menyatakan seharusnya setiap anggota kepolisian hendaknya sesuai slogannya mestinya mengayomi dan melindungi masyarakat dan bukan sebaliknya melalukan pemerasan maupun pelanggaran terhadap masyarakat yang semestinya dilayani.

Menurut tokoh yang akrab disapa Ngurah Harta itu, polisi semestinya jadi guru untuk masyarakat dijalan dan diluar rumah karena polisi dilapangan seharusnya mendidik masyarakat dengan baik. Ia memandang selama ini banyak oknum polisi kerap mengambil langkah yang tidak tepat dan tidak menjalankan fungsi serta kinerjanya dengan baik. 

"Kita ingin polisi kembali menjalankan fungsinya jadi polisi yang sebenarnya. Polisi harusnya jadi gurunya masyarakat, bukan menjebak dan mencari-cari kesalahan. Polisi harusnya melindungi masyarakat. Kesannya dimasyarakat, polisi selama jauh dari kesan mengayomi dan melindungi" ucap Ngurah Harta, Sabtu 24 September 2016.

Pria yang juga disering dipanggil Turah itu memaparkan jika selama ini banyak pelanggaran yang dilakukan oknum polisi tapi polisi diam saja. Dan Ketika masyarakat meminta bantuan dan menelpon pihak kepolisian sering diam serta responnya sangat lambat. Hal semacam itulah, kata Turah, sering membuat masyarakat sangat kecewa dengan pihak kepolisian.

"Kapan polisi mendidik masyarakat dengan baik? Yang ada banyak oknum polisi malah melakukan perbuatan tercela. Hendaknya pihak kepolisian berbenah total dengan menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Kalau saja pihak kepolisian melakukan fungsinya dengan baik dan benar maka tindak kejahatan dan pelanggaran akan sangat minim di masyarakat" ungkap Penisepuh Perguruan Sandi Murti itu.

Ngurah Harta berpandangan selama ini fungsi Reskrim baik narkoba dan kriminal tidak jalan sehingga banyak tindak kejahatan dan peredaran narkoba di Bali. Parahnya, lanjut Ngurah Harta, banyak oknum polisi selama ini di bawah kendali investor dan bandar narkoba sehingga Bali saat ini sudah dalam posisi gawat narkoba. 

"Banyak sekali polisi tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar. Padahal pejabat baik Gubernur, Bupati dan Walikota tugasnya melayani masyarakat bukan untuk dilayani. Ini pemerintahan modern harusnya melayani, kalau jaman kerajaan bolehlah dilayani" paparnya.

Ngurah Harta meminta Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto meminta lebih serius mengawasi dan berani menindak tegas anak buahnya di lapangan yang melakukan pelanggaran dan pungutan liar (pungli). Menurutnya, kejahatan tidak akan tuntas kalau polisi tidak total menjalankan fungsinya sebenarnya.

"Polisi harusnya mulai pemberantasan dari diri sendiri. Jangan sampai kasus yang melibatkan anak buahnya di ringankan dan dilenyapkan. Apalagi tangkap narkoba malah diperas, hal itu akan membuat kejahatan tidak pernah beres. Indonesia makin lama makin mundur karena kebobrokan oknum aparat yang tidak melaksanakan fungsinya dengan benar" tandasnya.

"Coba Pak Kapolda sekali-kali menyamar menjadi sopir dan bawa mobil ke daerah Kintamani Payangan Tegallalang, di sana banyak oknum polisi berkeliaran lakukan pungli angkutan pariwisata. Polisi sering tidak tegas peras sana-sini dan mencari-cari kesalahan masyarakat agar dapat uang. Tolong janganlah polisi ikut menjadi penjahat dan jalankan swadarmanya sebagai polisi," tambahnya.

Ngurah Harta mengaku dalam ajaran agama Hindu sudah diajarkan untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan hendaknya dengan jalan dharma. Seperti ajaran Bung Karno, boleh cita-cita setinggi langit, namun keinginan dan cita-cita itu harus dilandasi dengan kebaikan, karena itulah sebenarnya moksa dan kebahagiaan yang sangat abadi.

‎"Ingin mendapatkan sesuatu tapi tidak dengan jalan Dharma seperti Dir Narkoba dan pungli masyarakat. Bali tidak akan aman, selama pemimpinnya tidak menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Tolong dengarkan suara masyarakat" tutup Turah.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: