MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Sehari sebelum tradisi Makmeugang (tradisi makan daging masyarakat Aceh, red), aktivitas sejumlah rumah potong di Lhokseumawe, Aceh, mengalami peningkatan. Pada hari jelang Meugang, rumah potong menyembelih sapi lebih banyak dari hari biasanya.


“Kalau hari biasa paling sehari hanya 4 sampai 5 ekor sapi yang disembelih, namun satu minggu terkahir sampai meugang naik mulai naik dari 8 hingga 15 ekor per harinya,” ujar Zainuddin, salah seorang pekerja di rumah potong di Lhokseumawe, kepada Cendana News, Minggu (11/9/2016).

Sapi-sapi di tempat tersebut, katanya terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dipotong atau disembelih. Hal tersebut katanya untuk menghindari penyakit dan demi memuaskan para pelanggannya.

“Sapi-sapi atau lembu yang ada di rumah potong ini sebelumnya juga sudah di tes kesehatannya, jadi kita menjamin kalau sapi-sapi ini sudah terjamin dari sisi kesehatannya,” katanya.

Ia menambahkan, harga daging sapi yang dijual dari rumah potong tersebut juga mencapai Rp.180.000 per kilogram. Sementara pada hari biasanya, daging-daging sapi yang keluar dari rumah potong tersebut dijual seharga RP.135.000 per kilogram.

“Setiap kali Meugang harga daging pasti naik juga karena permintaan daging sapi meningkat karena semua orang beli daging hari meugang dan waktu lebaran, jadi memang harga daging sapi saat meugang itu pasti beda dari hari biasanya,” tambah Zainuddin.

sebagaimana diberitakan sebelumnya, jelang perayaan Hari Raya Idhul Adha 1437 Hijriah, harga daging sapi di sejumlah pasar di Lhokseumawe, Aceh mencapai Rp.180.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga pada hari-hari biasanya.

Salah seorang pedagang, kepada Cendana News, mengatakan, harga daging sapi memang sudah terbiasa naik setiap kali jelang lebaran. Pasalnya, sebelum hari raya, masyarakat Aceh selalu merayakan tradisi Makmeugang atau tradisi makan daging.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: