RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SURABAYA --- Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyebutkan, perubahan sistem hardcopy kepada pelayanan elektronik yang diterapkan pemerintah dapat menekan pengeluaran. Dana penghematan tersebut dapat digunakan untuk menambah anggaran membantu masyarakat.


Sebagai contoh sederhana, Risma menjelaskan, kalau dahulu sebelum ada pelayanan elektronik semua perizinan masih menggunakan hardcopy. Untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja, dahulu masih menggunakan kertas yang harganya lumayan mahal. Tapi sekarang, karena pemerintah kota Surabaya sudah menerapkan pelayanan elektronik, maka para arsitek yang ingin mengurus perizinan mendirikan bangunan cukup mengirim sofefilenya saja ke pemerintah kota.

“Dari penghematan kertas saja, bisa menghemat anggaran Rp. 20 miliyar lebih,” kata saat menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dalam Implementasi E-Government Pemerintah Kota Surabaya dan Perizinan Terpadu Berbasis Elektronik di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Walikota yang lebih akrab disapa Risma ini menceritakan dalam sambutannya, sejarah pemanfaatan pelayanan secara elektronik untuk wilayah Surabaya dimulai sejak tahun 2003 dengan pembuatan E-procurement. Dengan memanfaatkan pelayanan ini, pemerintah kota dapat menghemat ratusan miliyar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dari penghematan-penghematan yang ada, oleh pemerintah kota sebagian digunakan untuk membantu masyarakat Surabaya seperti Lansia, orang miskin, anak yatim, dan orang cacat yang seluruhnya berjumlah kurang lebih 40 ribu orang dalam menyediakan makanan setiap hari. Selain itu, ibu hamil hingga melahirkan sampai usia anaknya 2 tahun juga menjadi tanggungan pemerintah Kota Surabaya. Kemudian untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan juga digratiskan.

“Jadi kalau menggunakan pelayanan elektronik selain bisa menghemat anggaran, juga bisa lebih transparan. Siapapun bisa memantau, ” tegasnya.
[Nanang WP]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: