KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Ditundanya pembayaran puluhan proyek akibat defisit anggaran APBD tahun 2016, Pemerintah Kota Balikpapan tawarkan tiga opsi kepada kontraktor.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Tara Alorante menjelaskan, tiga opsi itu diantaranya menghentikan pekerjaan, mengerjakan sesuai kemampuan sampai akhir tahun, atau menyelesaikan pekerjaan tahun ini.

"Kalau mau berhenti boleh, misalkan sudah bekerja 50 persen, boleh. Tutup kontrak akhir tahun, tapi kekurangan bayar 20 persen dibayar tahun depan. Yang ingin melanjutkan sampai akhir tahun, dengan perkiraan bisa terealisasi 80 persen juga bisa," jelasnya kepada media, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, minggu depan akan mulai dilakukan negosiasi dengan kontraktor terkait tawaran tiga opsi tersebut. Namun semuanya tetap dikembalikan kepada kontraktor.

"Apakah ingin melanjutkan atau berhenti diserahkan ke kontraktor," ujarnya.

Nilai yang disepakati antara DPRD dan Pemerintah Kota Balikpapan untuk penundaan pembayaran sebesar Rp 159 miliar akan dibayar tahun depan masih bisa berubah. Jika nantinya banyak kontraktor yang tak mampu menyelesaikan pekerjaan 100 persen tahun ini.

Sementara itu, Dewan Penasihat Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kota Balikpapan, Hasyim mengatakan hanya bisa pasrah dan menunggu nasib.

"Memang sudah ada kesepakatan antara Pemkot dan DPRD. Jadi kontraktor protes pun sudah tidak bisa. Sekarang kami tinggal menunggu. Seperti apa kesepakatan itu dan menunggu pertemuan dengan PU," imbuhnya.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: