JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

TRENGGALEK --- Fokus dari ajang United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pacific yakni menggalang kekuatan antara pemerintah daerah karena pembangunan pada esensinya sebagai penggerak. Sehingga diharapkan dengan United (bergabung atau bersatu), maka isu-isu yang dihadapi pemerintah daerah bisa dibahas lebih baik lagi, dan diperjuangkan sebagai satu suara kuat untuk mendapat dukungan pemangku kepentingan lain seperti pemerintah pusat, organisasi internasional, dunia usaha dan masyarakat dunia.


UCLG Aspac yang digelar di Jeollabuk-Do, Korea Selatan ini merupakan kali keenam kongres ini dihelat. Gubernur Jeju Korea Selatan terpilih menjadi Presiden UCLG Asia Pacific. Sedangkan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, yang juga Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemkab Seluruh Indonesia (Apkasi) terpilih menjadi Wakil President (Co-President) UCLG Asia Pasific untuk dua tahun mendatang.

"Dengan perkembangan IT, hal ini dimungkinkan jika dipadukan dengan strategi pengembangan kota intermediary. Inilah yang kita lakukan agar Trenggalek bisa maju, dengan turut mengefektifkan peran kota intermediary sebagai motor diversifikasi ekonomi ke arah hilir, seperti kota baru maritim Prigi, dan kota jasa perdagangan Panggul serta peran-peran kota kecamatan sebagai channel logistik dan distribusi barang konsumsi penduduk serta pelayanan," jelas Emil Dardak sapaan akrab Emil Elestianto Dardak melalui siaran pers yang diterima Cendana News, Jumat (9/9/2016).

Acara yang dihelat pada tanggal 4 hingga 8 September 2016 ini diikuti oleh hampir semua negara seperti Asia Tenggara ada Indonesia, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina. Asia timur ada Cina, Jepang, Korea. Asia selatan ada India, Nepal, Bangladesh dan Pakistan.

"Dengan memperkuat kedudukan kebijakan kota intermediary di tingkat internasional, kita bisa turut mengarahkan tren pembangunan wilayah untuk mengapresiasi keberadaan kabupaten-kabupaten seperti Trenggalek," ujarnya.

Disebutkan, perhatian dunia selama ini cenderung fokus ke kota besar dan metropolitan, padahal tren kedepan, masyarakat pedesaan punya tuntutan hidup yang berbeda, dan tidak bisa dipaksakan harus memilih ekstrim kiri atau kanan dari segi akses ke urban amenities (kenyamanan yang setara kota).

Berdasarkan hasil Congress ini, memperjuangkan penerapan Sustainable Development Goal (SDG) dengan motor pemerintahan daerah, serta menaruh dimensi Culture untuk melengkapi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan.

"Dengan hadirnya Apkasi dalam kepemimpinan, kita turut memperjuangkan the New Rural Paradigm, dimana keterkaitan kota-desa harus diperjuangkan salah satunya dengan pengembangan intermediary cities," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: