RABU, 14 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Upaya pemberdayaan masayarakat pedesaan dengan penggunaan Anggaran Dana Desa terus dilakukan oleh setiap desa di Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Salah satu desa di Lampung Selatan, Desa Hatta Kecamatan Bakauheni membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dengan bentuk usaha simpan pinjam. 


Menurut Kepala Desa Bakauheni, Tumenggung Lekok, usaha simpan pinjam dibentuk untuk mewadahi para pedagang dan pengrajin yang ada di desa tersebut yang rata rata berprofesi sebagai pedagang, pengrajin. Menurut Tumenggung Lekok, kondisi Desa Hatta yang berada di perbukitan padas membuat sebagian besar warganya memilih bekerja di sektor wiraswasta. Ia bahkan mengungkapkan sebagian besar warganya memiliki mata pencaharian sebagai pedagang, pengrajin batu bata, pengrajin kayu serta pemilik warung warung dan rumah makan sederhana.

Realisasi dana desa termin pertama sebesar 60 persen yang sudah dialokasikan untuk beberapa jenis pembangunan, menurut Tumenggung Lekok telah dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakatnya. Beberapa pembangunan tersebut difokuskan pada pembangunan sektor infrastruktur diantaranya pembangunan talud, jalan batu (onderlagh) serta pembuatan jalan kampung dengan sistem beton. Selain itu alokasi dana desa tahap kedua sebesar 40 persen akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dengan bentuk badan usaha untuk kepentingan masyarakat.


"Sesuai instruksi bupati pembentukan badan usaha di desa harus menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat dan secara kebetulan sebagian warga di sini bekerja di sektor wiraswasta khususnya berdagang," ungkap Tumenggung Lekok saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (14/9/2016).

Bentuk BUMDes yang akan direalisasikan oleh Desa Hatta tersebut sesuai dengan potensi desa di ujung Sumatera tersebut yang berada di pusat pertumbuhan ekonomi. Tumenggung Lekok bahkan mencatat setidaknya ada tiga titik pertumbuhan ekonomi yang memberi dampak positif bagi masyarakat Hatta diantaranya keberadaan Pelabuhan Bakauheni, pertemuan dua jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera, pintu masuk dan keluar Tol Trans Sumatera yang sedang tahap pembersihan lahan. Potensi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk bekerja dalam bidang perdagangan dan jasa.


Sesuai dengan kehidupan warganya dan potensi desa yang ada, ia mengaku sebagian warganya merupakan warga yang melakukan usaha wiraswasta dengan modal pas pasan sehingga perlu didorong adanya usaha simpan pinjam untuk memudahkan masyarakatnya memperoleh pinjaman usaha. Ia bahkan mengaku jenis usaha tersebut akan mewadahi pedagang di pasar, pengrajin kayu, pemilik warung yang merupakan warga Desa Hatta.

Potensi keberadaan pintu masuk dan keluar Tol Sumatera yang ada di Desa Hatta dan sedang dikerjakan. Menurut Tumenggung Lekok akan terus dioptimalkan dengan membentuk kawasan terpadu untuk pusat penjualan oleh oleh khas Lampung. Secara teknis upaya tersebut masih akan dikoordinasikan dengan instansi terkait diantaranya Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan untuk memanfaatkan kawasan di sepanjang jalur masuk dan keluar tol.

"Kita tidak bisa pungkiri pertumbuhan ekonomi kawasan ini akan semakin berkembang dan dari pihak desa telah melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan formula yang tepat agar dampak tol bisa memberi sisi positif bagi masyarakat secara ekonomis," terang Lekok.


Upaya tersebut diantaranya dengan memetakan beberapa lokasi yang akan digunakan untuk pembuatan toko-toko serta pusat penjualan oleh-oleh. Beberapa pedagang akan diberi fasilitas ruko dan permodalan akan diberikan dalam bentuk pinjaman lunak dengan persyaratan dan proses pengembalian yang mudah.

Khusus para pedagang, Lekok mengungkapkan pembuatan zona untuk berjualan akan dipilah dimana pedagang oleh oleh, kerajinan akan ditempatkan di lahan khusus terutama di jalur masuk dan keluar pintu tol. Sebagian masyarakat yang memiliki kerajinan makanan tradisional, serta beberapa pusat kerajinan di tempatkan di kawasan khusus untuk memudahkan distribusi dan proses jual beli. 

Selain dilakukan untuk memudahkan transaksi diharapkan kawasan khusus tersebut akan menjadikan Desa Hatta menjadi desa yang lebih maju dari sebelumnya. Sebab ia mengaku ruas tol Bakauheni-Terbanggibesar secara khusus di wilayah Desa Hatta menjadi perlintasan strategis yang akan mendorong pertumbuhan ekonomo masyarakat. Usaha simpan pinjam dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak positif pembangunan tol Sumatera diimbangi dengan upaya desa memberi modal kepada pedagang dan pengrajin untuk bisa berusaha.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: