JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

BALI --- Guna melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya, pola pikir yang baik, kreatifitas dan inovasi. 


Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis itu perlu proses, Budaya Literasi sebagai suatu langkah yang dapat meningkatkan imajinasi dan memunculkan ide-ide baru untuk berkrativitas. Oleh karena itu Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mendorong sekolah-sekolah di Kota Denpasar untuk membudayakan literasi sebagai langkah melahirkan generasi emas bangsa. Hal ini dikatakan saat menghadiri perayaan HUT SMAN 7 Denpasar ke-27 yang dilaksanakan di Aula Gedung SMAN 7 Denpasar.

Berdasarkan data statistik Unesco, indeks minat baca Indonesia berada di urutan ke-64 dari 65 negara yang diteliti. Artinya, Indonesia baru mencapai 0,001 atau 1.000 penduduk hanya 1 yang memiliki minat baca. Sementara dari The World Most Literate Nations (WMNL), tingkat literasi tertinggi di dunia urutan 1 Finlandia, sementara negara yang dijuluki kreator seperti Amerika dan Jerman ada di posisi 7 dan 8, dan Indonesia ada di urutan ke-60 dari 61 negara yang diambil sampel ujinya. Dari hasil tersebut Rai Mantra mengatakan, Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan minat baca para peserta didik dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  

Penerapan budaya literasi yang di mana SMAN 7 Denpasar telah menjadi pilot project secara nasional oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai satu-satunya sekolah di Kota Denpasar dan dua sekolah di tingkat provinsi untuk membudayakan GLS. Diharapkan dengan hal tersebut dapat menjadi suatu embrio untuk sekolah-sekolah di Kota Denpasar dapat menerapkan Gerakan Literasi Sekolah tersebut. 

Dengan menyediakan fasilitas membaca serta  disediakan pojok-pojok baca di masing-masing kelas akan meningkatkan pola pikir, kreatifitas dan inovasi dengan membiasakan setiap hari membaca 15 menit sebelum pelajaran membaca buku nonpelajaran atau buku yang disukai, lalu menulisnya dalam bentuk resume. 

“Ini merupakan suatu dasar untuk Pembiasaan terlebih dahulu, Budaya membiasakan harus dilakukan terus menerus untuk menciptakan Generasi Emas sebagai penerus bangsa” ujar Rai Mantra.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: