JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Sejumlah warga di Solo, Jawa Tengah mengaku kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 Kg. Hal ini  karena sejumlah pangkalan mengalami kehabisan stok dan warga pun terpaksa menunggu kedatangan gas elpiji hingga berjam-jam lamanya.


“Sekarang susah mencarinya, di mana-mana kosong, tidak punya gas elpiji 3 kilogram,” ucap Kharima, salah seorang warga yang mencari gas elpiji bersubsidi hingga di daerah Banjarsari, Jumat Sore (9/9/16).

Warga Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan itu mengaku sudah beberapa hari ini kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi. Warga juga tidak tahu menahu alasan sulitnya menemukan gas ukuran kecil yang ditujukan kepada warga miskin tersebut. 

“Jawaban dari pangkalan karena stokya terbatas. Saat didatangi kebanyakan sudah habis,” lanjutnya.

Hal serupa juga dikatakan Sumarkun, warga Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo. Sebagai warung yang menyediakan gas elpiji ukuran 3 kilogram, sejak dua pecan terakhir dirinya juga sulit mendapatkan pasokan dari pangkalan. 

“Biasanya dalam seminggu dua sampai tiga kali dikirimkan gas elpiji. Tapi ini sudah dua minggu lebih tidak ada barang sama sekali,” ungkapnya.

Sebagai pengecer, Sumarkun juga tidak mengetahui secara persis penyebab mulai sulitnya gas elpiji ukuran 3 kilogram ditemukan.

“Apa mungkin adanya kabar yang menyebutkan gas elpiji 3 kilogram akan ditarik hingga menyebabkan sulit dijumpai mungkin bisa. Yang jelas memang sulit ditemukan,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Sri Redjeki mengakui, jika dalam pemantauannya terdapat beberapa pangkalan yang mengalami kekurangan stok. Meski begitu, pihaknya langsung meminta agar ada penambahan kuota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saat sidak kita memang menemukan dua agen gas elpiji yang kekurangan stok. Tapi kita langsung meminta Pertamina agar menambah kuota, agar kelangkaan gas 3 kg tidak lagi terjadi di Kota Solo,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: