SABTU, 10 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Bermula dari keprihatinan banyaknya sampah di dusunnya, Kepala Dusun Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kismiyadi menggerakkan warganya untuk mengolah sampah menjadi produk bermanfaat. Bersama dengan 14 warga yang dipilihnya sebagai pengurus, Kismiyadi membentuk sebuah kelompok swadaya masyarakat (KSM) pengelola sampah.


Diberi nama Kompak Maju, KSM yang diinisiasi Kismiyadi sejak Februari 2014 mulai mengelola sampah rumah tangga di dusunnya. Sampah-sampah dikumpulkan, kemudian dipilah dan diolah menjadi pupuk organik padat dan cair. Residu atau sisa sampah yang sudah tak lagi bisa diolah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kismiyadi yang ditemui Jumat (9/9/2016) mengatakan, dalam pelaksanaannya, semua warga dusun aktif menyuplai sampah untuk diolah menjadi pupuk organik. Namun, untuk menjamin rutinitas dan kesinambungan program, KSM Kompak Maju mempekerjakan satu orang warga yang digaji dari uang Kas RT untuk mengumpulkan sampah-sampah dari warga Dusun Kalongan yang terdiri dari sekitar 430 Kepala Keluarga.

Seiring perkembangannya, pupuk organik yang diproduksi KSM Kompak Maju semakin banyak peminatnya. Untuk memenuhi kebutuhan sampah, petugas pengumpul sampah pun merambah keluar dusun. Saat ini, kata Kismiyadi, selama dalam 1 bulan KSM Kompak Maju mampu memproduksi 1 Ton pupuk organik padat dan cair, dengan harga jual perkilogramnya Rp. 1.000.

Kismiyadi mengatakan, pada awalnya tantangan atau kendala menggerakkan warga adalah membangkitkan kesadaran dan kebersamaan serta semangat gotong-royong secara kontinu. Karenanya, ada beberapa tugas pokok yang diserahkan secara khusus kepada seseorang yang digaji.

"Dengan cara itu, program bisa terjamin kontinuitasnya, sementara warga sendiri juga senantiasa terbina,"pungkasnya.
[Koko Triarko]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: