JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Warga Desa di Kecamatan Sragi, Kecamatan Ketapang terutama yang tinggal jauh dari kota mengharapkan adanya operasi pasar murah (OPM) gas elpiji ukuran 3 kilogram. dalam beberapa bulan terakhir harga gas mengalami kenaikan dengan alasan distribusi terhambat di tingkat agen dan berakiba di sejumlah warung mencapai harga di kisaran Rp35ribu per tabung. 


Salah seorang warga Desa Kedawung Kecamatan Sragi, Sohimah (40) mengungkapkan, saat ini dirinya masih membeli harga elpiji di kisaran harga di atas Rp20ribu. Selain itu, selama ini operasi pasar masih belum merata hingga ke wilayah pelosok.

Sohimah mengaku awalnya sempat menggunakan bahan bakar kayu untuk aktifitas memasak. Disamping itu ia tetap mencari tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke wilayah lain meski harga cukup tinggi, di kisaran Rp25ribu, bahkan di beberapa wilayah yang cukup pelosok mencapai harga Rp27ribu. Kondisi tersebut menyulitkan dirinya yang juga memiliki usaha penjualan gorengan bagi anak sekolah sehingga terpaksa menggunakan bahan bakar kayu untuk menekan ongkos produksi.

"Kemarin sempat ibu-ibu di wilayah sini mengeluh karena harga gas elpiji mahal kemudian mulai turun lagi di kisaran harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu, ternyata ada informasi adanya operasi murah gas elpiji, harusnya sasaran yang diprioritaskan di wilayah pedesaan jangan di kota,"ungkap Sohimah saat ditemui Cendana News, Jumat sore di Kedawung (30/9/2016).

Ia mengungkapkan, operasi pasar murah gas elpiji seharusnya bisa menyentuh masyarakat lapisan bawah karena berbagai kebutuhan yang ada saat ini memberatkan ditambah dengan harga gas yang melambung dan sulit dicari. Ia pun bersama masyarakat di desa sekitar berharap wilayahnya mendapat kesempatan untuk operasi pasar murah yang harga per tabung untuk elpiji ukuran 3 kilogram hanya mencapai Rp16.500.

Operasi pasar murah gas elpiji sebelumnya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pasar dan Perdagangan (DPP) bekerjasama dengan Hiswana Migas dan PT Pertamina Panjang. Meski demikian operasi pasar murah elpiji ukuran 3 kilogram masih dilakukan di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Kalianda, Kecamatan Palas dan Kecamatan Sidomulyo dari sebanyak 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Pendistribusian gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram tersebut merupakan jawaban atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas hingga akhir September ini. Kepala bidang LPG Hiswana Migas Provinsi Lampung, Adi, mengungkapkan kegiatan operasi pasar gas elpiji ukuran 3 kilogram  ke Kabupaten Lampung Selatan mencapai jumlah 1.680 tabung yang dijual di tiga kecamatan selama operasi berlangsung. Setiap kecamatan memperoleh jatah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram sebanyak 560 tabung.

Upaya memudahkkan masyarakat dan menghindari pembeli pembeli nakal yang membeli untuk dijual kembali,selama kegiatan operasi pasar untuk ukuran 3 kilogram menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) di Provinsi Lampung sebesar Rp16.500 per tabung.

"Kita menjual dengan sistem kupon dan ada petugas yang mendatanya dengan jatah per kupon satu orang dan tentunya dengan menggunakan identitas berupa KTP agar orang yang sama tidak membeli lagi,"ungkapnya.

Ia juga mengaku berdasarkan pemantauan di lapangan di sejumlah daerah di Lampung Selatan, kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang terjadi akibat penggunaan gas tersebut yang saat ini melebihi penggunaan. Salah satu faktor yang dicatat diantaranya masa panen dan kegiatan lain yang berakibat penggunaan tabung gas elpiji menjadi lebih banyak dari biasanya. Bahkan sebagian pembeli memborong tabung gas ukuran 3 kilogram meski hanya untuk kebutuhan perseorangan.

Meski telah dilakukan operasi pasar elpiji ukuran 3 kilogram di tiap kecamatan tersebut namun akibat jumlah yang terbatas hanya 560 tabung, banyak warga yang ingin membeli meski sudah datang membawa tabung gas ukuran 3 kilogram tidak mendapat jatah. Warga berharap operasi pasar sejenis bisa dilakukan lagi dengan harga yang terjangkau masyarakat. Operasi pasar tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut menurut warga cukup membantu sebab harga di sejumlah warung tabung gas elpiji sempat dijual dikisaran Rp22ribu hingga Rp25ribu dan saat operasi pasar murah elpiji harga hanya mencapai Rp16.500.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: