SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Warga Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon harus berusaha keras demi mendapatkan satu buah tabung gas Liquified Petroleum Gas (LPG). Ndari (30 tahun) misalnya, dirinya sudah berkeliling tiap toko demi mendapatkan sebuah tabung gas 3 kilogram.


"Saya sudah berkeliling ke lima toko penjual tabung gas, tapi nihil, tidak ada yang jual," ujarnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Senin (5/9/2016).

Menurutnya, tanpa adanya tabung gas ia merasa kebingungan saat memasak.

"Sebagai gantinya harus memasak menggunakan kayu bakar," jelasnya.

Salah satu pemilik toko, Suti (35 tahun) menambahkan sudah sejak hari raya Idul Fitri hingga sekarang baru dipasok dua kali untuk tabung gas melon ini.

"Kalau lancar biasanya seminggu sekali, ini sudah kosong lagi," tandasnya.

Dengan semakin langkanya tabung gas melon berimbas pada semakin mahalnya harga satu tabung LPG 3 kilogram."Normalnya Rp 18 ribu, tapi kalau terlambat seperti ini bisa mencapai Rp 30 ribu," imbuhnya.


Suti berharap pasokan tabung gas melon segera normal kembali agar harga kembali stabil dan warga tak mengalami kelangkaan lagi.

"Harapannya segera normal kembali, kasihan kami warga susah mencari tabung gas," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: