KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan proses pengerjaan proyek talud yang dikerjakan terkesan asal asalan bahkan pada beberapa bagian sudah hancur akibat komposisi adukan semen dan pasir yang kurang bagus. Bahkan proses pembuatan talud yang berada di Kecamatan Penengahan tersebut tanpa disertai plang papan nama pihak pelaksana proyek tersebut.


Menurut salah satu pekerja,Wito (40) proses pengerjaan dilakukan di beberapa titik diantaranya di belakang kantor Kecamatan Penengahan belum selesai dikerjakan dan sudah berpindah ke pengerjaan di dekat kantor KUD Penengahan. Pekerja beralasan material yang akan digunakan untuk pembuatan talud belum datang dilokasi pengerjaan talud untuk proses finishing dengan cara diampar menggunakan semen.

“Saya tidak tahu siapa yang mengawasi proyek pembuatan talud ini tapi pemborongnya dari Kotabumi jadi silakan tanya langsung ke pemborongnya karena kami hanya bekerja di lapangan,” ungkap Wito saat ditemui Cendana News di lokasi pengerjaan talud Desa Pasuruan, Kamis (8/9/2016)

Wito mengaku saat ini dirinya mengerjakan pembangunan talud sepanjang 60 meter setelah sebelumnya dikerjakan talud sepanjang 64 meter di desa yang sama. Proses pembuatan talud yang saat ini dikerjakan pun sama sekali belum pernah ditinjau oleh pengawas yang menurut para pekerja hanya datang saat proses pembuatan talud memasuki tahap penyelesaian.


Salah satu warga Desa Pasuruan,Sobari (40) mengaku menyesalkan proses pengerjaan talud yang terkesan asal asalan dengan komposisi pasir yang lebih banyak daripada semen sehingga pada bagian talud sudah ada yang hancur meski belum memasuki tahap penyelesaian.

“Saya tanyakan ke pekerja bagaimana ini pengerjaannya terkesan asal-asalan dan bahkan belum selesai saja sudah rusak sementara tidak ada keterangan siapa yang bertanggungjawab karena ini katanya proyek provinsi untuk talud pengairan” terang Sobari.

Selain tanpa plang nama proyek dan penanggungjawab warga juga tidak mengetahui besaran anggaran dan volume pengerjaan proses pembuatan talud yang ada di kecamatan Penengahan tersebut. Namun secara kasat mata warga melihat pengerjaan talud ribuan meter di beberapa lokasi dikerjakan dengan asal asalan.

Selain Sobari warga Desa Pasuruan yang tinggal di dekat lokasi proyek pembuatan talud mengaku tidak mengetahui pihak yang mengerjakan pembangunan talud tersebut dan bahkan menyangka pengerjaan proyek pembuatan talud dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Lampung Selatan.


Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan,Budi Santoso,saat dikonfirmasi mengungkapkan banyak menerima laporan terkait proyek asal asalan yang sedang dikerjakan tersebut. Ia mengaku proses pengerjaan talud tersebut merupakan proyek Provinsi yang berada di Kecamatan Penengahan namun terkait siapa pelaksana dan penanggungjawab pengerjaan proyek Budi mengaku belum mengetahui.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait pelaksana proyek talud yang informasinya dari provinsi namun masyarakat banyak yang menyampaikan keluhan ke pihak UPT PU Penengahan jadi saya jelaskan bahwa ini kegiatan proyek bukan wewenang Kabupaten Lampung Selatan,” terang Budi.

Ia bahkan mengaku justru mengetahui adanya proyek pembuatan talud tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang mengeluhkan kualitas pengerjaan talud yang buruk tersebut. Budi juga belum bisa memberikan jawaban kepada masyarakat yang bertanya ke KUPT Dinas PU Kecamatan Penenengahan karena pelaksana proyek sama sekali tidak memasang papan nama proyek yang berakibat masyarakat tidak mengetahui pelaksana proyek berikut volume talud yang dikerjakan berikut jumlah anggaran yang dikeluarkan.

Selain tidak diketahui oleh Dinas PU setempat proyek pembuatan talud yang sedang dikerjakan tersebut saat ditelusuri Cendana News di Desa Pasuruan pihak desa melalui sekretaris Desa Pasuruan,Harto,mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat dan sudah mengecek di lokasi. Namun senada pihak pekerja sama sekali tidak mengetahui siapa pengawas dan penanggungjawab proyek pembuatan talud tersebut. Ia bahkan mengaku hingga saat ini belum bertemu dengan pelaksana proyek talud yang ada di desa yang terkesan asal asalan tersebut.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: