JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

MALANG --- Setelah beberapa hari yang lalu Pemerintah kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar razia juru parkir (Jukir) liar. Sejak kemarin Dishub kota Malang juga memasang spanduk himbauan kepada masyarakat untuk memarkir kendaraan di tempat yang telah ditentukan, seperti yang terlihat pada spanduk yang telah terpasang di depan pasar Besar dan di depan sebuah mall di sekitar alun-alun kota Malang.


Di dalam spanduk tersebut tertulis beberapa himbauan yang ditujukan kepada masyarakat agar mereka berani meminta karcis parkir kepada jukir dan tidak diperbolehkan membayar parkir jika tidak mendapat karcis resmi. Membayar retribusi parkir sesuai dengan tarif parkir yaitu Rp. 2.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp. 3.000,- untuk roda empat.

Keberadaan spanduk himbauan tersebut tentunya disambut positif oleh masyarakat yang selama ini diresahkan dengan adanya jukir liar, seperti yang dikatakan Rahma. Menurutnya, dengan adanya spanduk ini masyarakat bisa lebih mengerti mengenai parkir.

"Terutama tarif parkir dan apa yang harus dilakukan saat tidak diberi karcis parkir. Apa lagi di spanduk itu juga dituliskan nomor hotline yang bisa dihubungi untuk pengaduan,"ucapnya.


Selama ini ia mengaku selalu meminta karcis parkir kepada jukir sebagai tanda bukti parkir.

"Jadi kalau di awal saya tidak diberi karcis parkir, biasanya saya tidak jadi parkir disana dan langsung pindah ke tempat parkir yang lainnya,"ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya spanduk tersebut, para jukir diharapkan tidak lagi berani menarik retribusi parkir di luar tarif parki dan selalu memberikan karcis parkir setiap kali ada yang parkir.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: