RABU, 28 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Warga masyarakat sekitar Kokok Putih, Gunung Baru Jari, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta mewaspadai terjadinya banjir lahar dingin akibat letusan Gunung Baru Jari yang terjadi pada Selasa 27 September 2016.


Pasalnya akibat letusan tersebut telah berdampak terhadap naiknya air danau segara anak ke permukaan ditambah musim hujan yang sudah mulai masuk.

"Meski letusan Gunung Baru Jari sudah tidak nampak kelihatan, tapi ancaman bahaya lain yang perlu diwaspadai masyarakat sekitar adalah bahaya banjir lahar dingidi daerah aliran sungai Koko Putih" kata Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram, Rabu (28/9/2016).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, termasuk BPBD Kabupaten Lombok Utara untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, supaya tetap waspada, serta mendirikan posko.

Ia mengatakan, pantauan badan Vulkanologi Selaparang Lombok Timur, letusan Gunung Baru Jari sudah mulai tidak nampak, semburan debu vulkanologi akibat letusan sampai sekarang juga belum sampai mengganggu penerbangan maupun warga sekitar.

"Pantauan terahir belum ada aktivitas erupsi, penerbangan di BIL masih normal, tapi status tetap waspada level dua, sampai dikatakan normal kembali oleh badan vulkanologi" terang Rum.

Sebelumnya, Anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali meletus memuntahkan lahar panas dan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 2.000 meter dari puncak Gunung Barujari.

Letus terjadi pada Selasa 27 September 2016, pukul 14.45 WITA. Aktivitas vulkanik Gunung Barujari cukup meningkat dengan amplitudo sebesar 52 milimeter, dengan pergerakan Abu condong ke arah Barat Daya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: