JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Potensi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan menjadi peluang bagi masyarakat mengembangkan sektor usaha peternakan seperti yang dilakukan oleh warga di Desa Tanjungsari yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak jenis kambing dan sapi. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Tanjungsari adalah petani dan buruh dan di sisi lain areal sawah, ladang dan tegalan yang menjadi sumber tanaman pangan bagi ternak juga sangat potensial.


Usaha peternakan di Palas dikembangkan dengan sistem individual maupun ternak intensif akhirnya mendapat respon positif dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia untuk membantu masyarakat ekonomi kecil yang memiliki keinginan usaha meski terbentur modal. Menurut kepala Desa Tanjungsari, Sobri, kepedulian pemerintah melalui Kemensos terhadap masyarakat ekonomi kecil diantaranya dengan memberikan bantuan bergulir berupa ternak yang dikelola oleh beberapa kelompok usaha bersama (Kube).

“Istilah di desa kami bantuan ternak tersebut sistem gaduh dimana anaknya nanti dikembangbiakan lagi untuk anggota lain sehingga bantuan bisa bergulir dan setiap anggota kelompok bisa memiliki ternak kambing secara gratis” ungkap kepala desa Tanjungsari, Sobri di Tanjungsari, Jumat (16/9/2016)

Kube peternakan kambing jenis etawa dan sebagian rambon tersebut dikembangkan dengan dipelihara setiap kelompok usaha bersama dengan anggota masing masing sebanyak 5 orang dengan memelihara sepasang kambing jantan dan betina. Animo warga dengan adanya bantuan dari Kementerian Sosial sejak bulan Oktober tahun 2013 tersebut bahkan sudah mulai bergulir ke peternak lain karena peternak tahap pertama bantuan diberikan sudah memelihara anakan dari indukan pertama. Upaya menggalakkan sektor peternakan merupakan cara untuk menumbuhkan jiwa wirausaha bagi masyarakat ekonomi lemah.


Bantuan dari Kementerian Sosial yang langsung diberikan oleh Kemensos tanpa melalui desa tersebut menurut Sobri menjadi satu kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang memerlukan biaya cukup besar seperti pendidikan anak anaknya dan biaya kesehatan dengan cara menjual ternak yang sudah berkembang biak.

Tujuan Kube secara khusus diantaranya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Kube melalui ternak kambing. Memanfaatkan lahan tidur berupa tegalan serta memanfaatkan pupuk kandang dan urin kambing yang bisa dimanfaatkan para petani sebagai pupuk organik. Selain itu Kube dibentuk untuk pengembangan unit usaha agribisnis budidaya kambing sekaligus menciptakan lapangan kerja.
.
Salah satu penerima bantuan, Anto (30) mengaku sangat terbantu dengan adanya program bantuan ternak jenis kambing yang disalurkan melalui kelompok usaha bersama karena memberi permodalan usaha dalam bentuk ternak. Selama ini dirinya mengaku belum sanggup membeli kambing dan dipelihara sebagai investasi jangka panjang untuk kebutuhan mendadak.

“Kami merespon positif diantaranya dengan wirausaha peternakan karena akan menciptakan lapangan pekerjaan dan memanfaatkan lahan pertanian yang ada di desa ini” terang Anto.

Saat ini Anto yang masuk dalam anggota “Kube Bina Karya IV” sudah memelihara kambing peranakan dari bantuan tahap awal yang diberikan sebanyak 12 ekor kambing betina dan jantan dengan bantuan berupa uang tunai untuk membeli kambing.


Pemanfaatan sistem Kube tersebut cukup meringankan dengan beberapa pertimbangan diantaranya modal lahan sangat cukup sekali, modal sumber makanan ternak kambing tidak akan kekurangan, meskipun untuk modal finansial membeli kambing sudah dibantu oleh Kemensos berupa bibit ternak. Setiap kelompok pemelihara kambing tersebut merupakan salah satu jenis usaha yang digunakan untuk memberdayakan masyarakat.

“Sebetulnya usaha ternak kambing tersebut hanya salah satu bentuk usaha karena ada kelompok usaha bersama yang dalam bentuk jasa namun saya cukup terbantu dengan usaha ternak kambing” ungkap Anto.

Kini ia mengaku sudah memetik hasilnya dengan memiliki sebanyak 5 ekor kambing anakan dan indukan dikembalikan ke pengurus yang dibentuk oleh Kementerian Sosial yang ada di Desa Rejomulyo. Kambing indukan yang sudah dikembalikan digulirkan ke kelompok lain yang berupa kelompok usaha bersama peternakan kambing. Setelah memelihara dari hasil peranakan Anto bahkan telah menjual kambing dengan harga Rp2,7juta ditambah kambing pribadi miliknya yang bukan hasil ternak Kube.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: