MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Berdiskusi dan berbincang di warung kopi di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, sudah menjadi hal wajib. Warung kopi di bumi Khatulistiwa setiap harinya selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan. Mulai dari pebisnis, PNS, hingga pebajat tinggi.


Menurut warga Kota Pontianak bernama Dji Djung Hie (43), ia setiap harinya berkunjung ke warung kopi setiap pagi, sore, dan malam. Itu dilakukannya, karena kerabatnya bertemu memilih di warung kopi memberikan sebuah inspirasi tersendiri.

“Di warung kopi inilah banyak sekali informasi. Karena semua kalangan ada di warung kopi,” ucapnya ditemui disebuah warung kopi di Jalan Siam, Kota Pontianak, Minggu, 25 September 2016.

Diceritakannya, bisa berjam-jam duduk di warung kopi. Para pengunjung larut dalam suasana kekeluargaan. Karena, di warung kopi itulah timbul ide-ide baru atau gagasan.


“Segelas kopi ini memberi pencerahan wawasan baru bagi saya. Teman-teman bisnis saya maunya ketemu di warung kopi. Mereka suka di warung kopi. Enak kopinya, dan begitu juga makanan ringan berupa gorengan pisang kepok” tuturnya yang mengaku memilki bisnis bidang perdagangan kelontong di Kota Pontianak.

Ia mengakui, kerabatnya yang datang dari luar Pontianak juga memilih bertemu di warung kopi. Ia berujar, warung kopi bagi kerabatnya sudah menjadi tempat kedua selain kantornya.

“Teman saya itu punya kantor di sini. Tapi, tempat yang pertama dikunjungi malah warung kopi. Jadi, saya ketemu teman ya di warung kopi” ucapnya.


Banyaknya warung kopi di Kota Pontianak, memberikan nilai baru bagi kota ini. Sebab, warga dari luar Kota Pontianak selalu berkunjung ke warung kopi di sejumlah pinggiran jalan utama di kota ini.

Tak jarang, para pengunjung memilih warung kopi sebagai tempat singgah dan tempat memunculkan ide-ide baru. Warung kopi di Kota Pontianak juga menyediakan jaringan internet (wifi) secara gratis. 

Pengunjung hanya membayar harga kopi, kopi susu dan aneka ragam makanan ringan lainnya yang murah tentunya. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: