JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

JAYAPURA --- Wawasan kebangsaan dan bernegara untuk siswa siswi SD, SMP, SMA maupun SMK di 28 kabupaten dan satu kota yang ada dalam wilayah provinsi Papua telah mencapai 85 persen, khusus pelajar asli Papua masih dapat dihitung dengan jari. Hal ini dikemukakan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan (BPP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Yohana Rumayom.


“Untuk kategori anak asli Papua sendiri yang memahami tentang wawasan kebangsaan memang masih bisa dihitung dengan jari. Kalau ditotal keseluruhan pelajar mencapai 85 persen,” diungkapkan Yohana Rumayom disela-sel lomba Cerdas Cermat Pancasila yang digelar Satgas Pamtas Yonif 122 Tombak Sakti bekerjasama dengan Pemkab Keerom, Pemkot Jayapura, PT Nidya dan Pemrov Papua, Jumat (30/9).

Namun, dikatakan Yohana, hal itu tak menghalangi anak-anak Papua untuk sejajar dengan anak-anak lain di wilayah bagian tengah maupun barat. “Secara umum di Papua akan selalu antusias untuk jadikan wawasan kebangsaan dalam hal ini Pancasila lambang Negara kita menjadi motivasi bagi generasi penerus” tandasnya.

Generasi ini selalu diberikan wawasan kebangsaan melaluli mata pelajaran PPKN, lanjutnya, kedepan pelajar-pelajar inilah yang akan meneruskan empat pilar bangsa ini yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mereka akan menjadi tiang-tiang yang akan memperkuat bangsa kita NKRI, sehingga bahaya yang masuk ke negara kita, generasi inilah yang jadi tiang agar dapat menghindar dari segala ancaman serta menghadapi tantangan dan hambatan membela NKRI” tuturnya.

Delapan puluh lima persen yang telah memahami dan sisanya 15 persen yang belum memahami wawasan kebangsaan, dikatakan Yohana nilai itu tugas berat bagi dinas. Dengan harapan pihaknya terus memajukan pelajar melalui visi misi Gubernur Papua.

“Dan kami harap pemahaman empt pilar bangsa Indonesia, dapat mencapai 100 persen pada tahun 2020 mendatang,” katanya.

Selain pelajar, pihaknya juga terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada tenaga ajar, yang sedang dilakukan melalui program lintas guru dari kota hingga pedalaman. Nah, ini dapat menajawab visi misi Gubernur, salah satunya wawassan kebangsaan, agar Negara Indonesia ini tak terpecah-pecah, karena ada generasi bangsa yang telah menjalankan wawasan kebangsaan.

“Saya percaya bahwa dilakukannya cerdas cermat pancasila yang dilakukan hari ini, bahkan diprogramkan terus menerusakan menumbuhkan semangat mereka untuk memperdalam wawasan kebangsaan mereka” tuturnya. 
(Indrayadi T Hatta)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: