SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tengah menggodok sebuah model paket perjalanan wisata sejarah dan budaya (culture and heritage) berkelas dunia yang ada di negara-negara ASEAN. Sebuah paket perjalanan wisata itu didesain guna membentuk sebuah destinasi tunggal pariwisata di Asia.

Hari Untoro Drajat saat membuka seminar
Paket perjalanan wisata sejarah dan budaya negara-negara Asean (The Asean Culture and Heritage Tourism/ACHT), didesain dengan misi membangun kesamaan visi di antara negara-negara Asean yang dalam sejarah dan kebudayaannya sebenarnya memiliki beberapa kesamaan, yang kemudian dirangkum menjadi satu misi untuk menciptakan satu identitas, satu komunitas dan satu busana (one identity, one community, one fashion). 

"Muara dari tiga misi tersebut adalah membentuk satu destinasi wisata tunggal di Asean, One Asean Destination", jelas Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hari Untoro Drajat, dalam pembukaan seminar paket perjalanan wisata sejarah dan budaya se-Asean (ACHT) di Yogyakarta, Sabtu (3/9/2016).

Seminar Model Paket Wisata Sejarah dan Budaya se-Asean
Hari mengungkapkan, dipilihnya kultur atau kebudayaan sebagai paket wisata Asean karena setiap bangsa pasti memiliki kebudayaan. Dan, kunjungan wisatawan ke suatu negara 60 Persennya karena daya tarik kebudayaan. Sementara dalam upaya mewujudkan ACHT tersebut, jelas Hari, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dipilih sebagai tuan rumah, karena potensinya yang sangat besar.

Menurut Hari, Yogyakarta juga menjadi kota yang paling menonjol karena kekayaannya berupa beragam kerajinan, fashion dan kuliner, yang membuat orang datang ke Yogyakarta, selain heritage Keraton Mataram yang suasana dinasti Mataram Kuno di masa lalu masih sangat bisa dirasakan.

"Semakin dilestarikan, kebudayaan itu akan semakin menyejahterakan masyarakatnya. Maka, dalam konsep pengembangan pariwisata, kebudayaan itu tidak dijual, melainkan dikomodifikasikan. Arahnya untuk mendapatkan penghasilan bagi daerah kunjungan", jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Imam Pratanadi, mengatakan, saat ini pun Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta sedang mempercepat pengkajian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dimandatkan oleh Kemenpar RI. Menurut Imam, DI Yogyakarta memiliki 5 KSPN, yaitu kawasan Pantai Selatan dan sekitarnya, kawasan Batu Karst Gunungkidul dan sekitarnnya, kawasan Gunung Merapi-Merbabu dan sekitarnya, kawasan Prambanan-Kalasan dan sekitarnya, serta Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Kota Yogyakarta menjadi salah satu KSPN karena terdapatnya heritage yang masih hidup (living heritage) yaitu Keraton Mataram yang masih bisa dirasakan suasana kekunoannya, sehingga diharapkan mampu menjadi salah satu model kolaborasi destinasi wisata di Asean, serta memperkaya KSPN Indonesia dan menyukseskan pembentukan jaringan antar negara Asean yang memiliki potensi sama di bidang pariwisata. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: