KAMIS, 6 OKTOBER 2016

MATARAM --- Direktorat Jendral Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Suprayoga Hadi menyebutkan, dari 950 desa yang ada, sebanyak 10 ribu desa tertinggal di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum tersentuh jaringan telekomunikasi berupa sinyal seluler.



"Masih banyak desa yang masih mengalami ketertinggalan dari jangkauan jaringan telekomunikasi, terutama yang berada di daerah pinggiran dan pedalam" kata Suprayoga di Mataram, Kamis (6/10/2016). 

Sehingga memang hal tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya mendorong keterbukaan informasi desa berbasis online yang dicanangkan Kemendes PDTT.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah melakukan pertemua dan pembicaraan dengan perusahaan telekomunikasi telkomsel untuk membangun jaringan telekomunikasi di desa tersebut.

"Meski demikian keterbukaan informasi desa melalui program pencanangan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) tidak semata melalui internet, tapi menyediakan papan informasi terkait anggaran dan program dijalankan, juga merupakan bagian dari transparansi" tutupnya.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: ME. Bijo Dirajo 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: