JUMAT, 14 OKTOBER 2016

JAYAPURA --- Bekerja dibawah perusahaan PT Tunas Anugrah Papua (TAP) sebagai pekerja tambang di Kabupaten Nabire menggunakan kunjungan turis, 13 warga Negara asing (WNA) China hadapi masalah dengan Imigrasi Indonesia di Kabupaten Biak.


“15 pekerja di PT TAP Nabire itu masuk dengan visa kunjungan, bukan turis,” kata Kepala Imigrasi Biak Fendah Hartanto dari ujung selulernya, Jumat (14/10/2016).

Pihak imigrasi telah berkomunikasi ke pihak perusahaan tempat WNA tersebut bekerja atas nama perusahaan PT TAP. Dikatakan Hartanto, pihaknya juga menanyakan keberadaan warga Negara asing asal China tersebut. Ke 13 orang ini masuk dengan menggunakan visa kunjungan dan sudah mengalami perpanjangan dan akan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2016. 

“Saya sudah konfirmasi ke perusahaan dan benar mereka ada disana. Perusahaan berjanji membelikan tiket untuk tanggal 15 Oktober bagi ke 13 pekerja ini. Dan bila mereka tidak menepatinya maka kami akan terpaksa mendeportasi mereka,” tuturnya.

Mendapatkan informasi 13 WNA tersebut sebagai pekerja tambang, dirinya tak dapat memantau, lantaran terkendala jauhnya lokasi dan biaya kunjungan. “Kami di Biak, sementara lokasi di Nabire. Itu kan jauh dan kami tak memiliki dana untuk itu,” kata Hartanto.

Pihaknya berjanji akan berkunjung ke Nabire minggu depan terkait indikasi banyaknya pekerja asing yang menyalahgunakan visa. “Bila mereka masih berada di Kabupaten Nabire dan bila terbukti menyalahgunakan visa maka tak menutup kemungkinan akan dideportasi,” ujarnya.

Sekedar diketahui, visa kunjungan atau visa on arrival dapat digunakan dan diberikan kepada warga negara asing yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk berkunjung yakni tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau mampir untuk meneruskan perjalanan ke negara lain, dan masih banyak kegunaan dari visa tersebut sesuai dengan aturan dari keimigrasian Indonesia. Dan di visa kunjungan saat kedatangan WNA diberikan lama tinggal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali dengan lama tinggal 30 hari.
[Indrayadi T Hatta]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: