KAMIS, 6 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Penertiban bangunan liar di wilayah Jalan Banteng, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung diwarnai kecaman warga. Sejumlah warga yang sudah menempati lahan tersebut sejak beberapa tahun lalu itu tak terima rumahnya dibongkar. Setidaknya, sebanyak 30 bangunan berdiri di lahan yang d klaim milik Pemerintah Kota Bandung itu.


Proses penertiban pun nyaris ricuh, beruntung, aparat keamanan gabungan dari TNI Polri dan Satpol PP sigap mengantisipasi kericuhan. Namun selama berlangsungnya eksekusi, warga yang tak terima rumahnya dibongkar berteriak dan menangis bahkan meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Ridwan Kamil.

"Saya menyesal pilih Ridwan Kamil, tahu seperti ini tidak memilih," ujar salah seorang wanita di lokasi pembongkaran. 


Warga pun kini sudah kecewa dengan kebijakan ini. Mereka terus berteriak dan melontarkan sumpah serapah kepada para petugas gabungan yang sesang melakukan penertiban. Bahkan, mereka kini tak percaya lagi terhadap Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung setelah tempat tinggalnya dihancurkan oleh alat berat.

"Moal percaya deui ka Emil urang mah, mana ongkona rek sejahterakeun rakyat tapi kieu. (Tidak akan percaya lagi ke Emil saya mah, mana katanya mau sejahterakan rakyat tapi gini," teriaknya.

Sementara itu, menurut Kepala Satpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto, sebanyak 52 kepala keluarga yang menghuni di 30 bangunan tersebut telah diberikan surat peringatan untuk melakukan pengosongan.

"Kita sudah berikan surat peringatan minggu lalau, tapi tidak mereka gubris untuk mengosongkan bangunan itu. Kita kasih waktu tiga hari untuk mengosongkan waktu itu," ujar Eddy di sela-sela proses penertiban.

Eddy menerangkan, proses penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari yang pernah dilakukan pada 2015 silam. Pasalnya, 52 KK tersebut menolak untuk direlokasi dan memilih bertahan.
di atas lahan milik Pemkot Bandung.

"Ini lanjutan penertiban yang pertama pada tahun lalu, dan mereka memilih bertahan dengan berbagai dalih," pungkasnya.

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: