KAMIS, 6 OKTOBER 2016

KAPUAS HULU --- Masuknya berbagai barang ilegal dari Malaysia melalui perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat kembali terjadi. Di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu, misalnya, 93 karung gula ukuran 50 kilogram atau 4.650 kilogram dan 91 kantong  ukuran 12 kilogram atau 1.092 kilogram gula rafinasi dengan total  5.742 kilogram gula tanpa dilengkapi sehelai dokumen apapun alias ilegal. Padahal, gula rafinasi ini berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui perbatasan.


“Berawal dari informasi  masyarakat, dimana anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu, telah terjadi pembongkaran gula illegal dari kendaraan ke gudang milik S di Desa Nanga Kalis, Dusun Karya Suci, Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW, Kamis (6/10/2016).

Dikatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, maka anggota Reskrim langsung  bergerak melakukan pengecekan ke lokasi yang diinformasikan oleh warga.  Sesampainya di lokasi, Tim berhasil menemukan adanya gula pasir yang diduga berasal dari Malaysia.


Barang bukti yang disita polisi adalah 93 karung ukuran 50 kilogram sebanyak  4.650 kilogram,  91 kantong dengan berat perkantongnya 12 kilogram, atau sekitat 1.092 kilo gram jadi total gula yang disita mencai, 5.742 kg gula.

Hingga saat ini tersangka S (58 tahun ) masih dimintai keterangan oleh penyidik. Terkait masalah penyelundupan ini, ia menjelaskan bahwa Kalimantan Barat ini termasuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki wilayah perbatasan sepanjang 857 kilometer, dimana disepanjang garis Sempadan terdapat 52 Jalan setapak yang bisa menghubungkan 30 Kampong di  Malaysia.
[Aceng Mukaram]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: