RABU, 12 OKTOBER 2016

MAUMERE ---- SMA Katolik  Frateran Maumere (Smater) kembali kagum dan bangga karena 6 peserta didiknya, kembali dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional,program pertukaran pelajar ke uar negeri, untuk tahun keberangkatan 2017. 


Demikian disampaikan kepala sekolah Smater,Frater M.Polikarpus,BHK,SE,M.Pd kepada Cendana News, Rabu (12/10/2016).Dikatakan Frater Poly,sudah 5 tahun berturut-turut, lembaga pendidikan yang dikelolah para Frater Bunda Hati Kudus (BHK) ini  selalu berhasil meloloskan  duta-duta terbaiknya.

“Saat ini, ada  juga 2 anak Smater  yang sedang menjalani program pertukaran pelajar ini di Ohio, Columbus, Amerika Serikat sampai dengan Juli 2017,” ungkapnya.

Proses seleksi pertukaran pelajar yang berada di bawah naungan The Indonesian Foundation for Intercultural Learning ini, sebut Farter Poly,sangat ketat, menguras tenaga dan pikiran bagi para kandidat karena harus melewati sekitar 10 tahapan seleksi serta berproses sekitar satu tahun. 

Program ini sambungnya,merupakan beasiswa penuh yang dibiayai oleh US Department of State. Beberapa alumni dari program ini diantaranya Najwa Shihab dan Anis Baswedan (mantan Mendikbud).


Enam Pelajar  SMA Katolik  Frateran Maumere (Smater) yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional untuk tahun keberangkatan 2017 ini adalah: Maria Amanda Kamusi, Maria Antonia Koliwaen Hayon, Maria Regina Dorce Fallo, Maria Sahra Keron, Ni Putu Aprilianti Arleni Putri dan Zeaneta Maria Goreti Arnold. 

“Luar biasa karena ke enam peserta didik yang semuanya perempuan ini,hampir semuanya berasal dari satu kelas yang sama yakni kelas unggul XI IPA1,” terangnya.

Selain itu sambung Frater Poly,ke 6 siswi ini juga sama-sama aktif di OSIS serta paduan suara Gita Smater Choir. Saat ini mereka sedang melengkapi data-data administrasi serta menunggu home visit yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Chapter Denpasar. 

Maria Regina Dorce Fallo.alumni SMPK St.Familia Kupang ini merasa bangga karena mimpinya untuk mengelilingi dunia sambil belajar akan segera terwujud. Hal yang sama dirasakan juga oleh  Maria Antonia Koliwaen Hayon.alumni SMPN 1 Larantuka ini juga bangga karena cita-citanya ingin belajar bahasa dan budaya di negeri orang akan segera terwujud.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto :Ebed De Rosry

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: