SELASA, 4 OKTOBER 2016

CATATAN JURNALIS --- Tiap Kamis sore, pengguna jalan yang melintas di depan Gedung Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo tepatnya di Taman Aspari akan dapat melihat sekelompok orang yang menggunakan payung hitam berjajaran di atas trotoar jalan.


Kelompok yang tergabung dalam Lingkar Aksi Kamisan Surabaya itu, memang secara rutin melakukan aksi-aksi teatrikal dan pembacaan puisiserta aksi diam sebagai wujud protes terhadap pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia. Acara ini rutin dilaksanakan tiap hari Kamis sore mulai pukul 17:00-18:00 WIB dengan menggunakan payung hitam sebagai properti utamanya.

Payung hitam menjadi simbol duka atas matinya ketidakadilan tentang HAM di Indonesia. Demikian jelas Diah Risky Koordinator Lingkar Aksi Kamisan Surabaya saat ditemui Cendana News pada Kamis sore (29/09/2016).



Diah menambahkan, acara kamisan ini sudah dilaksanakan empat kali ini di hari yang sama yaitu tiap hari kamis sore. Dan tema kamis minggu ini adalah September  Hitam. Maksudnya, pada bulan september itu banyak sekali kasus-kasus yang berhubungan erat dengan HAM, seperti kasus munir dan kasus salim kancil contohnya.

Kepada Cendana News Diah menegaskan bahwa tujuan acara tersebut tidak lain untuk mengingatkan masyarakat khususnya dan umumnya kepada Jokowi selaku Presiden Indonesia, bahwa sampai detik ini masih ada pelanggaran-pelanggaran HAM yang kasusnya belum tuntas. 

Diah menambahkan, aksi-aksi seperti ini akan terus dilakukan hingga kasus-kasus pelanggaran HAM dapat dituntaskan secara benar," pungkasnya. (Nanang WP)
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: