RABU, 12 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Puluhan kilometer jalan dari wilayah Desa Girimulyo Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan. Pembangunan jalan yang sebagian masih tanah bahkan ditingkatkan menjadi jalan onderlagh dan aspal namun sudah kembali rusak akibat pembangunan terakhir dilakukan sekitar lima tahun lalu. Menurut salah satu warga Desa Girimulyo,Hastono (44) ruas jalan sepanjang 18 kilometer tersebut sebagian dipenuhi jalan berlubang dengan kondisi berdebu saat musim kemarau dan penuh kubangan air saat musim penghujan. Warga yang akan melakukan aktifitas di kota Kecamatan Sribawono bahkan harus terpaksa berhati hati menggunakan kendaraan saat melintas di jalan tersebut.


Hastono mengungkapkan jalan penghubung antar kecamatan yakni Kecamatan Marga Sekampung dengan Kecamatan Melinting merupakan akses satu satunya untuk aktifitas warga selain itu menjadi jalan untuk pengangkutan hasil bumi masyarakat. Kerusakan semakin parah dengan lewatnya kendaraan kendaraan berat pengangkut hasil bumi perkebunan warga diantaranya kelapa sawit, singkong, jagung dan karet. Meski rusak parah warga memilih tetap menggunakan jalan tersebut untuk pergi ke pasar Sribawono untuk berbelanja kebutuhan hidup sehari hari dan membeli bahan bahan bangunan.

"Sebetulnya warga bisa memilih akses jalan lain melewati Pugung namun karena jarak tempuh yang sangat jauh maka warga tetap memilih melewati jalan yang ada di kawasan hutan register ini dengan resiko kendaraan kesulitan melintas dan harus ekstra hati hati,"ungkap Hastono saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (12/9/2016).

Jalan yang berada di kawasan register tersebut menurut Hastono sebelumnya merupakan kawasan perkampungan namun karena berada di kawasan hutan register pemerintah setempat melakukan relokasi warga dengan sistem transmigrasi lokal ke wilayah Kabupaten Mesuji. Namun paska ditinggalkan masyarakat yang melakukan transmigrasi lokal, sebagian tanah register justru digunakan sebagai lahan perkebunan yang berpengaruh pada kerusakan jalan yang makin parah dengan adanya aktifitas pengangkutan hasil perkebunan.


Ia mengungkapkan kawasan Register 38 di Lampung Timur tersebut yang sebagian jalannya menjadi akses bagi ribuan masyarakat di Kecamatan Melinting dan Kecamatan Marga Sekampung Lampung Timur tersebut semula masih memiliki fasilitas jalan berbatu. Sebagian jalan yang rusak bahkan secara swadaya oleh masyarakat yang menggarap lahan register ditambal menggunakan batu keriting yang banyak terdapat di wilayah tersebut. 

Berbagai usulan untuk pembangunan jalan tersebut bahkan telah dikirimkan ke pemerintah setempat namun akibat prioritas pembanguann yang lain, diperkirakan perbaikan jalan tersebut baru akan dilakukan pada tahun anggaran 2017. Hastono yang juga salah satu tokoh masyarakat di tempat tersebut bahkan mengaku sebagian besar anggaran Dana Desa (ADD) yang telah dikucurkan pemerintah diperuntukkan untuk desa desa yang ada di Kecamatan Marga Sekampung dan perbaikan jalan yang rusak dianggarkan dari pemerintah Kabupaten.

Pentingnya upaya perbaikan jalan tersebut juga diamini oleh salah satu warga lain, Anton (34) yang setiap hari melakukan aktifitas dari Kecamatan Marga Sekampung menuju Kecamatan Sribawono. Selama ini desa desa di wilayah Marga Sekampung seperti terisolir akibat akses jalan yang sangat jelek sehingga perekonomian warga menjadi terhambat. Bahkan warga enggan melintas di jalan tersebut pada malam hari akibat tidak ada lampu penerangan dan kuatir menjadi korban kriminalitas.


"Bahan bangunan yang seharusnya murah dan harga harga barang kebutuhan lain yang seharusnya murah pun menjadi tinggi akibat biaya distribusi yang membengkak,"ungkap Anton.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Timur bisa segera merealisasikan pembangunan khususnya dibidang infrastruktur jalan. Sebab selain ruas jalan tersebut, ruas Jalan Ir.Sutami penghubung kota Kecamatan Sribawono dengan Kota Bandarlampung pun kondisinya memprihatinkan. Akses jalan yang penuh lubang di beberapa titik tak jarang mengakibatkan kendaraan truk harus mengalami kerusakan diantaranya patah as dan masyarakat yang akan melakukan aktifitas harus ekstra hati hati terutama saat melintas di malam hari.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi 
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: