SELASA, 18 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Ketahanan pangan yang ada di Indonesia masih dianggap sebagai sebuah capaian yang belum maksimal. Bahkan ketahanan pangan yang ada masih merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan diantaranya dengan tak dapat dipungkiri dengan masih adanya impor beberapa komoditas pangan sehingga belum mencapai langkah maksimal untuk upaya lanjutan diantaranya Ketahanan Pangan. 


Ketahanan pangan merupakan langkah ke depan Kementerian Pertanian dalam upaya menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang memiliki kedaulatan dalam bidang pangan dengan bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, DR. IR. Andi Amran Sulaiman saat menjadi narasumber Seminar Nasional Kedaulatan Pangan bertema "Negara Hadir dalam Kedaulatan Pangan" di aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Seminar Nasional yang dimoderatori oleh Prof. Bustanul Arifin MSC tersebut merupakan upaya pemerintah Lampung dalam memajukan sektor pertanian di Provinsi yang masuk sebagai lumbung padi di Sumatera namun sekaligus menjadi provinsi termiskin kedua di Pulau Sumatera. Ketahanan pangan yang selama ini menjadi program pemerintah ungkap Amran Sulaiman, dilakukan dengan cara melakukan langkah langkah yang terkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Kementerian Pertanian, TNI, masyarakat serta penyediaan fasilitas dan sarana memadai dalam bidang pertanian.

"Sudah saatnya Indonesia lebih maju dengan beranjak meinggalkan upaya ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan dan tentunya harus dilakukan dengan benar dan cara yang benar,"ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam seminar di aula Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Senin (18/10/2016).

Cara yang benar tersebut diantaranya dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk mencapai kedaulatan pertanian, kedaulatan pangan diantaranya fasilitas irigasi yang memadai, penyuluh pertanian yang aktif, penyediaan pupuk yang mencukupi, persiapan sarana pra dan pasca panen dan berbagai langkah lainnya. Sarana pra dan paska panen yang saat ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian diantaranya memberikan bantuan alan dan mesin pertanian (Alsintan) diantaranya traktor tangan, mesin penanam padi (rice tranplanter), mesin perontok padi (combine harvester), alat pompa air yang diberikan kepada para kelompok tani (poktan) di seluruh wilayah Indonesia. Pemberian bantuan dilakukan untuk efesiensi waktu masa penanaman hingga masa paska panen.

Amran Sulaiman menambahkan Provinsi Lampung memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya pengembangan sektor pertanian diantaranya dengan ketersediaan saluran saluran irigasi, bendungan bendungan, sumber sumber mata air diantaranya Gunung Tanggamus di Kabupaten Tanggamus, Gunung Rajabasa di Kabupaten Lampung Selatan yang harus selalu dijaga ekosistemnya dengan baik. Ia mengungkapkan ketahanan pangan, kedaulatan pangan bukan hanya menitikberatkan pada peningkatan luasan lahan namun menitikberatkan pada indeks dan pasokan air.

Sebagai provinsi yang menjadi salah satu lumbung beras nasional berdasarkan catatan badan urusan logistik (Bulog), mencatat Lampung merupakan penghasil beras yang masuk dalam 10 besar penghasil beras di Indonesia. Sepuluh provinsi di Indonesia yang masuk dalam daftar penghasil beras diantaranya Jawa Timur (1,1 juta ton), Jawa Tengah (779 ribu ton), Jawa Barat (540 ribu ton), Sulawesi Selatan (490 ribu ton), NTB (155 ribu ton), DKI Jakarta dan Banten (86 ribu ton), Lampung (69 ribu ton), Sumatera Selatan (68 ribu ton), DI Yogyakarta (66 ribu ton) dan DI Aceh (46 ribu ton). Pasokan air yang cukup menurut Amran merupakan salah satu faktor kesuksesan dalam menjadikan wilayah Lampung dan Indonesia mampu mengubah upaya ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

Upaya menjaga ketersediaan pasokan air yang bertujuan meningkatkan indeks penanaman tersebut ungkap Amran dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak. Salah satu program yang dilakukan diantarnay dengan akan melakukan penanaman satu juta pohon aren yang merupakan pohon penahan air dan penyimpan air. Penanaman pohon aren merupakan upaya Kementerian Pertanian yang dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan (suplay) air dalam untuk kebutuhan lahan pertanian.

Penanaman akan dilakukan di kawasan hutan yang ada diantaranya di Gunung Rajabasa,Gunung Tanggamus dan kawasan yang dijadikan lahan konservasi. Realisasi kegiatan tersebut ungkapnya dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak diantaranya anggota TNI dalam program pembinaan terhadap petani petani di pedesaan melalui Babinsa.

Sementara itu Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo yang hadir dalam seminar nasional Kedaulatan Pangan tersebut mengaku akan mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam menyiapkan pasokan air bagi lahan pertanian. Ridho Ficardo mengungkapkan saat ini masih prihatin dengan kondisi petani singkong di wilayah Lampung yang menerima kenyataan pahit dengan harga jual singkong di bawah Rp1000,- perkilogramnya. Ia berharap kesejahteraan petani yang menjadi ujung tombak bagi ketahanan pangan, kedaulatan pangan bisa diperhatikan. Selain anjloknya harga singkong yang merupakan hasil pertanian Lampung ia berharap ada upaya untuk mengubah pola pemanfaatan tanaman singkong yang hanya untuk bahan baku tapioka menjadi energi.

"Pemerintah provinsi Lampung tetap mendukung upaya ketahanan dan kedaulatan pangan sambil mencari solusi terbaik dalam upaya meningkatkan kesejaheraan petani diantaranya solusi penggunaan singkong menjadi energi listrik,"ungkap Ridho Ficardo.

Seminar Kedaulatan Pangan di Universitas Lampung tersebut juga diikuti oleh mahasiswa,beberapa pejabat diantaranya Danrem 043/Garuda Hitam Kol.Kav.Supriyatna S.IP.MM, Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, serta beberapa peserta dari perwakilan instansi terkait. Selain itu peserta dari beberapa provinsi di Indonesia diantaranya Provinsi Sulawesi Tenggara, Jawa Barat turut hadir dalam seminar Kedaulatan Pangan tersebut.


Salah satu peserta yang hadir dari Kodim 421/LS, Kapten Inf.Norizwan Tamin yang mewakili Dandim 421/LS letkol Arm.Untoro Hariyanto mengaku menerima pencerahan dari adanya seminar Kedaulatan Pangan tersebut. Ia mengungkapkan selama ini masyarakat petani yang ada di Lampung masih perlu pendampingan dan diberi fasilitas untuk upaya program pemerintah dalam upaya ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.

"Apa yang diungkapkan Mentan sangat tepat bahwa selama ini masyarakat petani harus diajak untuk berdaulat dibidang pangan dan upaya konkritnya telah nyata dengan memberikan bantuan alat pertanian bagi petani dan ini sangat membantu,"ungkapnya.

Selain itu program peningkatan indeks tanaman dan pasokan air, melalui Kodim dan Koramil Kapten Inf. Norizwan Tamin akan terus mengajak kelompok kelompok tani di bawah binaan para Babinsa untuk mempertahankan tanaman penyedia pasokan air. Norizwan yang mengaku wilayah Koramil Katibung berada di kawasan hutan register8 6 Way Buatan merupakan wilayah penyangga untuk pasokan air yang harus tetap dijaga meski oleh oknum oknum tak bertanggungjawab masih kerap dicuri untuk kebutuhan. Salah satu upaya sosialisasi dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air agar petani masih bisa memiliki sumber air meski memasuki masa kemarau.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: