RABU, 12 OKTOBER 2016

KENDARI --- Analisis dampak lalu lintas (Andalalin) Café Kopi Kita (Kopkit) Kendari kembali dipertanyakan oleh Sejumlah massa aksi yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Pemerhati Pembangunan Sulawesi Tenggara (Ansel Sultra). Pasalnya, Café yang dianggap sebagai salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat ini dinilai tidak memiliki Andalalin.


“Posisi bangunan tepat berada pada persimpangan jalan sehingga akan memicu kemacetan ditambah lagi tidak disediakan lahan parkir bagi pengunjung, maka terlihat bahu jalan dijadikan sebagai lahan parkir,” ungkap Jefri selaku Koordintor Lapangan (Korlap) Ansel Sultra, Rabu (12/10).

Ia melanjutkan bahwa secara konstitusional, segala bentuk usaha yang dapat menyebabkan gangguan lalu lintas maupun lingkungan hidup harus terlebih dahulu mengantongi analisis dampak lalu lintas (Andalalin) sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Massa aksi juga memaparkan bahwa tidak hanya dalam UU, tetapi mengenai Andalalin, juga ada Permen Perhubungan RI No. PM 75 tahun 2015 tentang penyelenggaran Andalalin.

“Kami anggap ini adalah pelanggaran yang mesti diperhatikan karena lebih mementingan kepentingan bisnis dibandingkan dengan kepentingan masyarakat, ” tegasnya didepan Café Kopi Kita Kendari.

“Kami mendesak kepada pihak pengelolah Kopkita agar menunjukan dokumen Andalinnya, ” terangnya.

Tetapi dalam aksi yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini, pihak pengelola Cafe  Kopi Kita, tidak memberikan jawaban apapun sampai massa aksi bernama Ansel Sultra ini meninggalkan lokasi Café Kopkit.
[Rahmat Rullah ]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: