SELASA, 4 OKTOBER 2016

MAUMERE --- Anggota dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam menjalankan usahanya harus sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila. Sebagai pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha, berbisnis harus menguntungkan semua orang.

Ketua umum BPD Hipmi NTT, Fahmi Abdullah

Demikian disampaikan Ketua Umum BPD Hipmi NTT, Fahmi Abdullah saat ditemui Cendana News usai acara pelantikan pengurus HIPMI se wilayah Flores dan Lembata, Senin (3/10/2016) malam di Maumere.

Sebagai orang muda yang bergerak di bidang bisnis, kata Fahmi, anggota HIPMI jangan berada di menara gading tapi turun ke masyarakat dan memberikan semangat wira usaha kepada masyarakat.

“Sebagai pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha kita harus berbinsis dengan sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara kita,” pesannya.

Paling tidak kehadiran HIPMI, bukan hanya merangkul orang-orang tertentu saja tapi semua orang. Di HIPMI ini ada pengusaha batu bara dan pengusaha batu bata, harus bisa memberikan manfaat kepada seluruh elemen di daerah.

Pengurus Hipmi Sikka bersama wakil bupati Sikka dan ketua BPD Hipmi NTT.

“Warga kita masih ingin menjadi PNS dan TNI/Polri padahal kuotanya terbatas dan tidak semua orang bisa lolos. Ada bidang lain yang bisa ditekuni asal memiliki niat untuk belajar,” terangnya.

BPD HIPMI NTT selalu turun ke kampus–kampus dan mengajak mahasiswa untuk menjadi wira usaha. Pihaknya melakukan pendampingan dan mendidik para sarjana hingga bisa menjadi pengusaha.

“Saat ini kami fokus kepada calon-calon sarjana karena lebih mudah dirubah pola pikirnya untuk menjadi seorang pengusaha.Di Kupang sudah banyak anak muda yang mulai berusaha,” ungkapnya.
Hal senada juga ditekankan Yohanes Agustino Masteriano, Ketua Umum BPC HIPMI Sikka saat memberikan kata sambutan usai pelantikan. Dikatakan Yuston, setelah pemasangan spanduk pelantikan di Kota Maumere banyak masyarakat bertanya-tanya apa itu HIPMI.

“Saya ingin mengatakan bahwa kami anak-anak muda bisa berbuat dan berkarya bagi daerah kami,” tegasnya.

Kabupaten Sikka dan wilayah lainnya di Flores mempunyai kekuatan pada anak-anak muda mudanya, yang mana hal ini tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah daerah. Dirinya mulai mengumpulkan anak-anak muda dan berkarya dalam diam.

“Sebentar lagi kami akan masuk ke kampus-kampus di Maumere dan mengajak para mahasiswa untuk mulai berpikir menjadi seorang wira usaha,” pungkasnya. (Ebed de Rosary)
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: