SELASA, 11 OKTOBER 2016

MARATAM --- Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nusa Tenggara Barat (NTB), angka perceraian di NTB hingga 2016 masih tinggi, yaitu mencapai 21 persen


"Besarnya angka perceraian tersebut sebagian besar masih disebabkan karena angka pernikahan dini yang juga masih cukup tinggi yaitu masih berada. Dikisaran 51 persen" kata Kepala BKKBN NTB, Lalu Makrifudin di Mataram, Selasa (11/10/2016)

Pernikahan dini, rawan menyebabkan terjadinya perceraian, karena tidak dipersiapkan secara matang dan tidak memahami secara utuh tujuan dari pernikahan

Sehingga  secara mental pasangan yang menikah dini belum siap menjalani kehidupan berumah tangga, mengakibatkan kehidupan rumah tangga tidak bisa bertahan lama dan berujung pada perceraian

"Untuk itulah berbagai program dilakukan untuk menekan angka pernikahan dini, termasuk dengan menggandeng tokoh agama, bdaya dan masyarakat untuk melakukan sosialisasi"

Ditambahkan, selain itu, salah bentuk keseriusan Pemda NTB dalam mendukung pencegahan angka pernikahan dini, yaitu dengan mengeluarkan Pergub yang mengatur tentang pendewasaan usia perkawinan minimal 21 tahun

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi 

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: