RABU, 12 OKTOBER 2016

LAMPUNG, BERITA FOTO --- Berbagai cara mendapat hasil tangkapan ikan dilakukan oleh nelayan di wilayah perairan Lampung, diantaranya dengan menggunakan pancing, jaring, keramba serta bagan. Bagan merupakan salah satu cara mendapatkan hasil tangkapan dengan menggunakan sebuah rumah terapung yang di bawahnya diberi jaring dan instalasi lain untuk menarik ikan ikan jenis tertentu terutama ikan yang hidup secara berkelompok seperti jenis ikan teri, simba, cumi cumi serta beragam jenis ikan lain.


Bagan apung dibuat menggunakan berbagai jenis bahan diantaranya batang kelapa yang sudah dipotong potong, tali, bambu serta bahan bahan lain untuk mengapungkan bagan berukuran 6x5 meter. Proses pembuatan bagan dilakukan secara bergotongroyong dan digunakan untuk kepentingan bersama nelayan yang membuat bagan. Bagan apung dengan kualitas bagus menghabiskan biaya mencapai Rp30juta-Rp40juta. Meski demikian mampu menghasilkan rata rata Rp500ribu-Rp1juta pertiga hari terutama pada musim musim ikan jenis tertentu, seperti ikan teri dan cumi cumi.

Proses pembuatan bagan yang cukup rumit dilakukan di pinggir pantai selanjutnya akan dibawa ke lokasi tertentu di sekitar perairan yang teduh dan terhindar dari gelombang ganas perairan. Teluk dan perairan menjadi sebuah lokasi yang sangat diminati para nelayan terutama yang terlindung di beberapa pulau kecil. Sejumlah nelayan pemilik bagan di perairan Lampung diantaranya ada di perairan pantai Timur Lampung, perairan pesisir Kalianda, perairan Suak dan perairan wilayah Pesawaran. Selain memiliki bagan sebagian nelayan memiliki usaha sampingan dengan melaut menggunakan perahu dan mencari ikan menggunakan pancing dan jaring.

Ketersediaan ikan yang melimpah di perairan Lampung menjadi sumber mata pencaharian dan meningkatkan perekonomian bagi nelayan. Salah satunya dengan menggunakan bagan apung yang merupakan cara menangkap ikan tanpa menggunakan perahu. Setelah bagan selesai dibuat di tepi pantai peralatan lain yang dilengkapi diantaranya lampu penerang, sumber tenaga diesel sebagai daya untuk menghidupkan lampu yang akan digunakan untuk memancing ikan jenis tertentu mendekat ke bagan setelah banyaknya serangga yang mendatangi lampu, pelampung, jaring dan tak lupa pemberat dan pelampung agar bagan tidak terbawa arus. Sebuah gubuk sederhana digunakan sebagai tempat berteduh sekaligus lokasi pengolahan ikan teri yang direbus sebelum dijemur.

Proses pembuatan bagan apung yang menjadi alat tangkap ikan di wilayah perairan Lampung dapat dilihat salah satunya dilakukan oleh nelayan di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Meski menggunakan tekhnik sederhana bagan menjadi salah satu sumber untuk mencari ikan di perairan.
[Henk Widi]








Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: