SELASA, 18 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Empat Kota besar yakni, Kota Bandung, Jakarta, Semarang dan Surabaya menjadi wilayah percontohan dalam penggunaan aplikasi JAGA. Dimana, aplikasi yang digagas KPK RI ini berfungsi untuk memeriksa data anggaran sekolah, Puskesmas dan rumah sakit.


Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, dengan adanya aplikasi ini diharapkan transparansi anggaran sekolah semakin terbuka. Apalagi nantinya KPK akan langsung memantau penggunaan anggaran di setiap kotanya.

"JAGA ini sebuah aplikasi yang bisa diakses oleh warga, dimana warga bisa mengecek data sekolah dan anggaran sekolah. Nanti siapapun bisa komplain juga di situ, setiap pelanggaran nanti dimonitor oleh kpk juga. Sehingga dengan begitu semua sekolah semua Puskesmas dan rumah sakit harus tahu bahwa ada monitoring pelayanan publik." katanya di Balaikota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Selasa (18/10/2016) 

Emil -sapaan akrabnya- mengatakan, menurut rencana, aplikasi ini akan di luncurkan pada 9 Desember mendatang dan disaksikan langsung Presiden Indonesia, Joko Widodo.

"Empat kota yang menjadi percontohan terdahulu. Launching di Jakarta, di istana. Jadi saya sudah perintahkan Disdik, Dinkes dan perizinan yang akan melakukan itu," ujarnya.

Sementara terkait kesiapan data, Emil menerangkan bahwa Kota Bandung sendiri sudah menyiapkam berbagai data yang akan di upload di aplikasi itu. Apalagi Bandung sudah memilikk RKAS ( Rencana Kerja Anggaran Sekolah).

"Data mah sudah ada betul-betul tinggal upload saja. Karena kan Bndung sudah punya RKAS, jadi setiap sekarang punya data online bahwa APBD sekolah itu harus disetujui oleh Disdik, nanti wajar tidak wajarnya di komplain sama warga. Nanti kita ngelink, mau integritas ke lurah dan camat. Kemudian kita ada lapor juga, jadi sistem itu saling mengkoneksi satu sama lain," pungkasnya.

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: